Diduga PT. Tangmas di Cidahu Sukabumi Serobot Lahan Warga

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Diduga PT. Tangmas di Cidahu Sukabumi Serobot Lahan Warga

REDAKSI
Kamis, 15 Februari 2018





SUKABUMI - cekupdate.com
Diduga PT. Tangmas yang berada di Cidahu dan biasa dikenal dengan sebutan Pabrik Dua Tang diduga telah melakukan penyerobotan lahan seluas 1600 Meter milik warga tepatnya di Kampung Cikalong Rt. 03/01, Desa Jaya Bakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Wakil Ketua LBH L-KPK Muhammad Asep Ayudi S.H selaku kuasa hukum warga tersebut, bahwa lahan kliennya seluas 1600 meter di kuasai oleh pihak perusahaan (PT. Tangmas).

"Klien kami H. Adang, menjelaskan bahwa lahannya seluas 1600 meter di kuasai oleh PT. Tangmas, sementara kliennya tidak pernah melakukan akad jual beli dengan pihak manapun," ungkap Asep kepada Cekupdate.com saat ditemui, Kamis (15/02/2018).

Menurutnya, pengakuan kliennya tersebut di lengkapi dengan bukti kepemilikan yang cukup kuat, mulai dari SPPT yang biasa dibayar tiap tahun, kemudian di Letter C belum ada perubahan kepemilikan dan yang lainnya.

"Bahkan pada tanggal 2 Januari 2018 kami melakukan klarifikasi ke Desa Jaya Bakti dan BPN atas kepemilikan lahan tersebut, ternyata hasilnya mereka juga memberikan keterangan bahwa tanah degan nomer letter C-3531 persil 199 SPPT Nomer 0564 seluas 1600 meter yang berlokasi di kampung Cikalong Rt. 03/01 itu masih dalam penguasaan klien saya yaitu H. Adang," terangnya.

Selanjutnya kata Asep, sekitar tanggal 08 Januari 2018 dirinya mengadakan pertemuan dengan PT. Tangmas yaitu Marwan selaku kepala pabrik, dan diapun membenarkan bahwa tanah milik H. Adang tersebut akan dibelinya oleh L Handoyo selaku owner di perusahaan tersebut.

"Namun sayangnya sampai saat ini traksi jual beli tersebut tidak pernah terjadi antara pemilik lahan (H. Adang) dengan L Handoyo selaku owner PT. Tangmas, malah mereka memasang plang di lokasi tersebut, mengakui bahwa tanah itu milik mereka, dengan alasan memiliki sertifikat kata dia," jelasnya.

Kemudian kata Asep, pada tanggal 24 Januari dirinya kembali melayangkan surat undangan Via Titipan Kilat prihal jual beli kepada L Handoyo yang merasa memiliki lahan tersebut, tepatnya ke Jalan Puri Kencana Blok K-7 No 3 V-W Kembangan Selatan, Jakarta Utara, dan hingga saat ini tidak ada jawaban.

"Karena sudah beberapa kali pertemuan pihak perusaahan masih belum bisa memberikan keputusan yang jelas, maka kami memberikan tenggang waktu hingga hari senin tanggal 19/02/2018, kalau masih tidak ada niat baik dari PT. Tangmas, maka kami akan mematok tanah tersebut dan mengintruksikan Klien kami untuk menggarap lahan miliknya tersebut," pungkasnya.

Sementara itu menurut Ketua Ormas BBRP Zona 1 Kabupaten Sukabumi Abah Belo menuturkan, dirinya akan membantu semaksimal mungkin hak masyarakat yang dirampas oleh pihak perusahaan.

"Saya siap terjun membantu masyarakat yang di rampas haknya oleh pihak perusahaan, apalagi ini sudah jelas warga memiliki bukti yang kuat dan dia tidak pernah menjual lahan tersebut kepada PT. Tangmas, maka dengan segala kemampuan saya akan membantunya," tegasnya dengan nada kesal.

Reporter : M Fa'is