Terkait Aksi Warga Mengenai Jalan Alternatif Sekarwangi, Inilah Komentar Camat Cibadak

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Terkait Aksi Warga Mengenai Jalan Alternatif Sekarwangi, Inilah Komentar Camat Cibadak

REDAKSI
Sabtu, 24 Februari 2018






SUKABUMI - cekupdate.com
Terkait aksi penanaman pohon pisang di tengah Jalan Raya Alternatif Sekarwangi sebagai jalan penghubung ke Kecamatan Cantayan yang di lakukan warga Kampung Cibatu RW 15 dan Kampung Pancalika RW 16, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at 16 Februari lalu, Camat Cibadak Akhirnya angkat bicara.

"Yang menjadi persoalan luas jalan alternatif kurang lebih 500 meter tersebut tidak maksimal bahkan ada rencana jalur tersebut mau di pindahkan,"ungkap Camat Cibadak Heri Sukarno kepada cekupdate.com saat di temui di ruang kerjanya, Jum'at (23/02/2018).

Namun terlepas dari masalah tersebut menurut Heri,  perbaikan jalan alternatif itu sebetulnya sudah pernah dilakukan 2 sampai tiga kali di saat masa jabatan kades Anwar, tetapi penyebab kerusakan jalan tersebut di akibatkan beberapa kemungkinan diantaranya, Tonase kendaraan yang tidak terbatas, dan cuaca yang terus di guyur hujan.

"Sehingga untuk menunggu proses perbaikan jalan tersebut harus melalui beberapa tahapan, karena ini status jalannya milik Kabupaten tentunya kita semua, baik dari warga masyarakat, Desa, Maupun Kecamatan, hanya mengusulkan perbaikan jalan tersebut," tuturnya.

Selanjutnya kata dia, pihaknya juga tidak bisa menjanjikan, hanya saja perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam usulan yang mudah - mudahan hasil musrembang kemaren, di tahun 2019 jalan tersebut sudah kembali di perbaiki.

"Jadi sekali lagi bahwa status jalan ini adalah Jalan Kabupaten, dan tentunya kewajiban sudah menjadi tanggung jawab kabupaten melalu PU, kalau melalui Desa ADD dan DD ini tidak di benarkan karena status jalannya bukan jalan Desa," jelasnya.

"Namun saya meminta ketika jalan tersebut di bangun maka kewajiban masyarakat juga tentunya untuk memelihara jangan sampai ketika sudah dibangun kemudian di abaikan begitu saja serta masyarakat harus membatasi tonase kendaraan yang melintas ke jalur tersebut," pungkasnya.

Reporter : Dicky
Editor : Fa'is