GPNA Desak Pemerintah CianjurTerbitkan Perda Penanggulangan HIV/AIDS

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

GPNA Desak Pemerintah CianjurTerbitkan Perda Penanggulangan HIV/AIDS

REDAKSI
Senin, 19 Maret 2018






CIANJUR - cekupdate.com
Gerakan Penanggulangan Narkoba Aids (GPNA) desak Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menertibkan Peraturan Daerah (Perda) penanggulangan HIV/AIDS. pasalnya jumlah Wanita Tuna Susila (WTS) di Cianjur terus mengalami peningkatan hingga mencapai 840 orang yang biasa beroperasi di daerah Cipanas dan Pacet. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Cianjur khususnya, karena dampaknya pengidap HIV/AIDS terus bertambah setiap tahunnya.

Ketua GPNA Asep Mirda Yusuf menjelaskan bahwa, dari jumlah tersebut kebanyakan diantara mereka sudah menggunakan sistem online melalui facebook, BBM, WA, serta media sosial lainnya, dan yang menggunakan sistem booking hanya sebagian kecil saja.

"Ironisnya mereka yang berprofesi sebagai WTS itu ternyata 80 persen merupakan penduduk sekitar, bukan pendatang. Jelas mereka ini sangat rawan terinfeksi penyakit kelamin dan HIV/AIDS," jelasnya, Senin (19/3/2018).

Menurutnya, fakta penelitian yang dilakukannya bersama tim ternyata, 75 persen pengidap HIV/AIDS tersebut diakibatkan hubungan seks kalangan perempuan/laki - laki. "Jadi penggunaan jarum suntik/narkoba itu bukan penyebab utama penyebaran HIV/AIDS," jelasnya.

Selanjutnya kata dia, Data yang dihimpunnya hingga akhir Desember 2015 saja di Cianjur terdapat sekitar 515 orang penderita HIV/AIDS dan mereka tersebar di seluruh kecamatan se-Cianjur. Mereka rata - rata berada di Kota Cianjur, dan Cipanas, namun kata dia, ada juga yang berasal dari warga Cianjur Selatan.

"Ironisnya, perilaku tersebut banyaknya dilakukan laki - laki yang sudah menikah, dalam kurun Satu Tahun saja terhitung ada sekitar 10.523, Mereka menukarkan HIV tersebut melalui hubungan gaya bebas ke Ibu Rumah Tangga," bebernya.

Dirinya mengakui, Cipanas itu merupakan kawasan wisata, sehingga penyebaran HIV/AID tersebut sangat rawan. "Bahkan Wilayah Cianjur Utara pun kerap kali di sambangi para WTS," terangnya.

Selain itu juga kata Asep, ada juga perilaku seks menyimpang yaitu laki - laki yang menyukai sesama jenis, jumlahnya sekitar 3.283 orang dan Waria sekitar 1.232 orang. Kebanyakan mereka berasal dari wilayah Kota Cipanas, dan Kota Cianjur.

"Saat kami melakukan sampling, ternyata dari 20 orang itu ada sekitar 4 orang yang positif HIV/AIDS, jelas itu juga menjadi resiko terjangkit penyakit mematikan," terangnya.

Oleh karena itu kata dia, Pihaknya mendesak Pemerintah Cianjur khususnya harus segera membuat Perda Penanggulangan HIV/AIDS, karena jika pemerintah tidak konsen dan peduli, khawatir penderita HIV/AIDS akan terus bertambah.

"Dibuatnya Perda tersebut menunjukkan perhatian dan komitmen Pemda Cianjur terhadap masalah HIV/AIDS. Saat ini masyarakat belum sadar akan bahanya penyakit tersebut yang di akibatkan pergaulan seks bebas. Sehingga dengan mudah mereka mencari kerjaan yang instan, makanya kami mengharapkan Perda tersebut segera dibuat," tukasnya.

Reporter : Dedy