Ironis, Nenek Maswaki Dibiarkan Tinggal Dipinggir Sungai di Parungkuda

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Ironis, Nenek Maswaki Dibiarkan Tinggal Dipinggir Sungai di Parungkuda

REDAKSI
Selasa, 13 Maret 2018




SUKABUMI - cekupdate.com
Puluhan tahun Nenek Maswaki (60) serta keluarganya harus rela tinggal di pinggir kali Cipamatutan, Kampung Palasari Rt. 01/01, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dengan kondisi sangat mengkhawatirkan.

Nenek 6 anak tersebut hanya bisa pasrah meratapi keadaannya saat ini, meskipun ke khawatiran kerap kali muncul, apalagi saat hujan tiba ketika air sungai meluap, seringkali ia berkemas bersama suami dan anak - anaknya demi menghindari banjir akibat luapan sungai tersebut.

"Pasrah saja pak dengan kondisi saya saat ini, harus bagaimana lagi suami juga sudah belasan tahun lalu meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang pikul kayu karena kondisinya sering sakit," ungkap Nenek Maswaki kepada cekupdate.com, Selasa (13/03/2018).

Menurut dia, dirinya hanya bisa pasrah hidup bersama kelurga besarnya, karena keinginan untuk membahagiakan semua anaknya mungkin hanya menjadi sebuah mimpi bagi dia.

"Semua orang tua juga pasti ingin sekali membahagiakan anaknya, namun kayanya hal itu hanya seperti mimpi bagi saya, boro - boro untuk membangun rumah yang layak, bisa memenuhi kebutuhan untuk makan sehari - hari saja saya sudah bersyukur," tuturnya sambil meneteskan air mata.


Selanjutnya kata dia, dirinya selalu berupaya menenangkan serta menasehati anak - anaknya agar senantiasa bersabar dengan keadaannya saat ini, meskipun seringkali dihantui rasa takut ketika hujan di malam hari. "Takutnya kalau terjadi hujan malam hari, air sungai meluap, akibatnya banjir kerumah," terangnya.

Dengan demikian, dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah yang bisa mewujudkan mimpi mempunyai tempat tinggal yang layak bersama keluarganya.

"Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah yang bisa mewujudkan cita - cita saya memiliki rumah tinggal yang layak, agar kami sekeluarga tidak terus dihantui rasa takut harus tinggal di pinggir kali," pungkasnya.

Reporter : Ivan
Editor      : Fa'is