Jalan Dibiarkan Rusak Parah Akhirnya Warga Tanami Pohon Pisang

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Jalan Dibiarkan Rusak Parah Akhirnya Warga Tanami Pohon Pisang

REDAKSI
Kamis, 29 Maret 2018




Sukabumi - cekupdate.com
Belasan tahun Jalan Provinsi sepanjang 30 Kilo Meter tepatnya di Kampung Padabenghar, Desa Padabenghar, kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi, di biarkan rusak parah, akhirnya warga tanami pohon pisang.

Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes, lantaran kondisi jalan mulai dari Panggeleseran, Kecamatan Cikembar hingga Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah, kondisinya sangat memperihatinkan.

"Aksi ini merupakan bentuk kekesalan warga pak, yang bosan melihat jalan ini di biarkan rusak parah, dan tidak pernah ada perbaikan sampai saat ini," ketus Suryaman (49) warga sekitar kepada cekupdate.com di lokasi, Kamis (29/03/2018).

Menurutnya, pernah ada perbaikan jalan tersebut hanya dilakukan dengan cara tambal sulam, yang menurut dia itu tidak pernah bertahan lama. "Oleh karena itu saya meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut," tuturnya.

Selain itu juga kata dia, sepanjang ruas jalan tersebut banyak sekali lubang - lubang yang dapat membahayakan pengendara saat melintasi ke lokasi tersebut, apalagi saat hujan tiba kondisinya nyaris tak terlihat karena tertutup genangan air.

"Banyak sekali pengendara yang terjatuh saat melintasi jalan ini terutama pengendara roda dua. Namun anehnya meskipun jalan ini banyak makan korban tetapi tidak pernah ada perhatian sama sekali dari pemerintah," ungkapnya dengan nada kesal.

Oleh karena itu kata dia, ketika masih belum ada perhatian dari pemerintah khususnya dinas terkait, dirinya sudah sepakat dengan para supir angkutan akan menutup akses jalan tersebut. "Kalau masih di biarkan seperti saya sudah sepakat akan menutup jalaur ini," tegasnya.

Sementara Munajat (45) warga Kampung Tanjakan Lengka, Desa Parakanlima menuturkan bahwa, dirinya merasa geram dengan sikap pemerintah yang tidak bisa mendengar aspirasi warganya.

"Jalan yang memiliki lebar sekitar empat meter ini kerap dilintasi truk, container dan kendaraan umum lainnya. Jadi jalan ini merupakan akses utama warga untuk menjalankan aktivitas, namun sayangnya pemerintah tutup mata jalan tersebut dibiarkan rusak parah.

Lebih lanjut kata dia, ironisnya pengendara harus berhati - hati saat melintasi jalur tersebut, terlebih ketika malam hari karena tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Dengan kondisi seperti ini otomatis akan mengancam keselamatan pengguna jalan, oleh karena kami meminta pemerintah menangani serius masalah ini. Kalau jalan ini di biarkan rusak sama saja pemerintah menghambat roda perekonomian warga masyarakat," pungkasnya.

Reporter : Ivan
Editor      : Fa'is