Rumahnya Nyaris Ambruk, Warga Terpaksa Tinggal di Sebuah Gubuk

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Rumahnya Nyaris Ambruk, Warga Terpaksa Tinggal di Sebuah Gubuk

REDAKSI
Selasa, 13 Maret 2018




SUKABUMI - cekupdate.com
Bangunan rumahnya nyaris ambruk dan sangat membahayakan, Ujang Sukmawan (36) warga Kampung Tugu Rt 01/01 Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, sekeluarga terpaksa tinggal di sebuah Gubuk dengan kondisi sangat mengkhawatirkan.

Keluarga yang mempunyai 5 anak tersebut  terpaksa harus meninggalkan rumahnya yang sudah di huni 17 tahun lamanya karena di khawatirkan mengancam keselamatan keluarganya lantaran kondisi bangunannya sudah lapuk.

"Saya terpaksa tinggal di sebuah Gubuk yang saya bangun dengan bahan seadanya, lantaran rumah tersebut sudah tidak mungkin saya tempati," ungkap Ujang kepada cekupdate.com, Senin (12/03/2018).

Menurutnya, kondisi saat ini rumah tersebut tidak bisa ditempati, di khawatirkan dapat membahayakan anak dan istrinya, pasalnya semua kayu penyangganya juga sudah patah.

"Kalau terus saya tempati takut roboh pak, terpaksa demi menyelamatkan keluarga saya membangun sebuah gubuk seadanya untuk tinggal bersama keluarga. Karena untuk saat ini boro - boro untuk bangun rumah pak, buat menghidupi keluarga saja sudah sulit," tuturnya.



Sementara Kepala Desa Cijengkol Haer Suhermansyah menuturkan, dirinya akan berusaha mencari solusi untuk memperbaiki rumah tersebut, meskipun sebetulnya kata Kades, rumah itu sudah masuk program RTLH untuk 2019.

"Dengan kondisi seperti kayanya sangat tidak mungkin kalau harus menunggu program, jadi kami akan berupaya mencari solusi untuk perbaikan rumah ini, agar ujang dan keluarganya tidak harus tinggal di gubuk seperti itu," terangnya.

Kades menjelaskan, Kondisi RTLH di desa tersebut cukup banyak, oleh karena itu dirinya terus berupaya mencari solusi bagaimana permasalahan tersebut bisa di atasi, mulai dari pengajuan ke Pemerintah Daerah, Provinsi, bahkan kementrian.

"Dengan adanya kondisi seperti ini bukan berarti saya tinggal diam, mengingat di desa ini cukup banyak RTLH, tetapi meski bagaimana pun saya tetap berupaya mencari bantuan, baik ke Pemerintah Daerah, Provinsi, bahkan ke kementrian, dan ini sudah menjadi pekerjaan rumah buat saya," pungkasnya.

Reporter : Ivan
Editor      : Fa'is