16 Kios Terpaksa Dibongkar Tergerus Pembukaan Jalur Puncak Baru

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

16 Kios Terpaksa Dibongkar Tergerus Pembukaan Jalur Puncak Baru

REDAKSI
Minggu, 01 April 2018




CIANJUR - cekupdate.com
Sebanyak 16 Kios pedagang kaki lima di Bukit Puncak Pass dibongkar oleh pemilik masing-masing bersama petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten, Kecamatan Cipanas serta dari unsur TNI, Polri yang turut membantu pembongkaran kios tersebut.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Heru Haerul Hakim mengatakan, kegiatan pembongkaran 16 kios tersebut merupakan tindak lanjut dari Kementerian PUPR, karena lahan yang mereka tempati merupakan lahan rawan longsor.

"Rencananya 16 pedagang tersebut nantinya akan direlokasi ke Pasar Cipanas," ungkapnya saat ditemui di puncak pass Minggu (01/04/2018).

Menurutnya, pembongkaran tersebut tidak dilakukan oleh petugas namun mereka membongkar sendiri kios miliknya tersebut oleh pemilik kios masing-masing. Pihaknya hanya mempersiapkan sarana untuk pengangkutan barang material.

"Kami dari petugas tidak melakukan pembongkaran secara paksa, justru mereka membongkar sendiri kios miliknya, Kita hanya menyiapkan fasilitas pengangkutan saja," tuturnya.

Selanjutnya kata dia, setelah dilakukan pembongkaran 16 kios tersebut pihaknya akan melanjutkan pengikisan tebing setinggi 20 meter untuk dibangun Jalan umum oleh pihak PUPR dan rencananya menjelang Idul Fitri ini jalan tersebut sudah bisa digunakan.

"Berdasarkan hasil rapat para pimpinan, bahwa pembangunan jalan ini. Sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah bisa digunakan," terangnya.

Sementara Iding Sulaeman (50) pedagang salah satu pemilik kios menjelaskan, dirinya berjualan di tempat tersebut sejak 1994, namun kata dia, dirinya tidak bisa berbuat apa - apa ketika pemerintah kiosnya tersebut harus dibongkar.

"Pasrah saja pak, kita disini menempati lahan milik pemerintah, jadi mau tidak mau harus mengikuti aturan," ungkapnya disela pembongkaran kios miliknya tersebut.

Ia mengaku bahwa, sebelum dilakukan relokasi, dirinya bersama belasan pedagang lainnya akan ditempatkan di basemen Pasar Cipanas.

"Paling nanti saya kalau ditempatkan di Pasar Cipanas akan beralih berjualan sayuran, karena kalau jualan seperti ini tidak cocok. omset perhari disini mencapai Rp 200 ribu dan kalau hari Sabtu malam Minggu mencapai Rp 2 juta rupiah, tapi kalau ditempat yang baru saya belum tau pak," ujarnya.

Kapolsek Pacet Kompol Suhartono menerangkan bahwa, terkait pembongkaran kios tersebut, pihaknya hanya membantu pengamanan saja atas perintah dari kementrian PUPR yang di tembuskan ke jajaran TNI dan Polri terkait rencana pembukaan jalur baru.

"Sesuai perintah yang ditembuskan ke Jajaran TNI dan Polri kami hanya pengamanan saja, untuk rencana pembukaan jalur baru, karena mengingat jalur sebelumnya rawan bencana,"  paparnya.

Kemudian Kapolsek menambahkan bahwa, selama penertiban tersebut posisinya aman terkendali karena pembongkaran itu atas inisiatif mereka masing-masing.

"Yang jelas kita harus dukung program pembukaan jalur ini karena tujuannya untuk kemanfaatan bersama," tutupnya.

Reporter : Dedy