Bupati Sukabumi: "Korban Miras Tidak Boleh Dibiayai APBD Rakyat

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Bupati Sukabumi: "Korban Miras Tidak Boleh Dibiayai APBD Rakyat

REDAKSI
Rabu, 18 April 2018



SUKABUMI - cekupdate.com
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menegaskan terkait korban Minuman Keras (Miras) oplosan tidak boleh di biayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena bupati menilai hal tersebut di sebabkan karena unsur kesengajaan.

"Orang yang minum miras seperti itu masa harus dibantuin oleh pemerintah, itu merupakan perbuatan sendiri bukan karena sakit atau bencana," tegasnya kepada Awak Media disela acara peresmian Pemanfaatan Sarana Air Bersih dan Gedung Sekretariat FK-BKM yang digelar di Lapang Bola Voly Kampung Duren Gede Rt 01/02, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (18/04/2018).

Selanjutnya kata Bupati, dirinya menyarankan bahwa, korban miras oplosan tidak boleh di biayai memakai APBD rakyat. "Masih banyak yang harus kita bantu menggunakan anggaran tersebut," ujarnya.

Sementara ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi menjelaskan bahwa, Dirinya tidak bisa menolak wacana tersebut berkembang, PHRI dengan kepentingannya boleh mewacanakan perubahan perda miras.

"Dan kami (DPRD) selama itu belum masuk secara formal tidak bisa berkomentar. Karena kita belum membaca, menerima dan mempelajari. Sehingga kalau sebatas wacana kita tidak bisa menghentikan tapi ketika masuk ke DPRD rancangannya seperti apa baru akan kita pelajari serta didiskusikan dengan berbagai pihak kita sikapi lalu kita akan tindak lanjuti," terangnya.

Agus menambahkan, tentunya kalau dari sisi masyarakat pariwisata memang mereka merasa terhambat. "Namun ketika usulan mereka itu menguatkan masyarakat pasti akan kami dukung, tetapi ketika usulan tersebut malah merugikan masyarakat tentunya pasti kami akan menolaknya," pungkasnya.

Reporter : Fa'is