Diduga Ada Ujaran Kebencian Tim "Asyik" Dipanggil Panwaslu Cianjur

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Diduga Ada Ujaran Kebencian Tim "Asyik" Dipanggil Panwaslu Cianjur

REDAKSI
Kamis, 19 April 2018



CIANJUR - cekupdate.com
Lagi - lagi Panwaslu Kabupaten Cianjur memanggil tim pemenangan Calon Gubernur Jawa Barat 2018. Kali ini pemanggilan tersebut ditujukan kepada tim pemenangan calon nomor urut 3 terkait beredarnya video dugaan ujaran kebencian yang di lakukan tim Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) saat berkunjung ke salah satu pesantren yang ada di Cianjur.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikri Nur, mengatakan,pemanggilan tersebut berdasarkan hasil laporan dan pengawasan yang di lakukan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Cianjur tentang adanya indikasi tindakan pelanggaran pemilu yaitu dugaan ujaran kebencian dan fitnah.

"Hari ini kami (Panwaslu) dan tim Gakumdu mengundang pihak terkait untuk datang dan diminta klarifikasinya terkait beredarnya video dugaan ujaran kebencian," tuturnya kepada Cekupdate.com di ruang kerjanya Rabu (18/04/2018).

Selanjutnya kata dia, sebelum melakukan pemanggilan tim pemenangan "Asyik" pihaknya sudah melakukan klarifikasi terlebih dahulu ditingkat internal Panwascam Cianjur selaku pihak yang mengetahui di TKP untuk dikaji terlebih dahulu sebelum status pemanggilan dilakukan.

"Setelah memanggil tim pemenangan nomor 3, nanti sore kita akan panggil Ustad Umar selaku pimpinan pondok pesantren At-taqwa untuk memberikan klarifikasi juga," paparnya.

Hadi pun menambahkan, pemanggilan tersebut di harapkan dapat berjalan lancar serta tidak ada hambatan apapun. "Sehingga kasus ini terang benderang tanpa ada asumsi apapun atau opini negatif dari masyarakat," harapnya.

Sementara Ketua tim Advokasi pemenangan nomor urut 3 Kabupaten Cianjur Nadya Wieke Rahmawati menuturkan bahwa, kedatangannya ke Panwaslu Cianjur untuk mengklarifikasi adanya dugaan tindak pelanggaran pemilu yang mana pihaknya dituduh telah melakukan ujaran kebencian (Sara) saat berkunjung ke pesantren milik Ustad Umar Sebagaimana yang di tulis pihak panwaslu melalui surat undangannya.

"Undangan dari Panwaslu tidak disebutkan pasal yang dituduhkan tentang sara jadi kurang jelas. Makanya akan kami pertanyakan juga pasalnya karena hukum itu baku ada pasalnya," terangnya.

Menurut dia, pihaknya tidak menampik kebenaran tentang beredarnya video ceramah Ustad Umar yang tuduh berbau sara.Namun dia membantah kegiatan tersebut bukanlah ajang kampanye melainkan sedang bersilaturahmi antara tim "Asyik" dengan pengurus persatuan umat islam (PUI) yang ada di Kabupaten Cianjur.

"Kalau kampanye itu pasti banyak massanya, coba anda perhatikan videonya bisa di hitung ada berapa orang, terus mengenai ada sara atau segala macam itu hanya curhatan Ustad Umar kepada kami, jadi menurut saya itu di luar konteks​," Jelasnya.

Dirinya menyakini, atas kunjungan tersebut pihaknya merasa tidak pernah melakukan pelanggaran pemilu seperti yang di tuduhkan panwaslu Cianjur.

"Mungkin Panwas juga bisa menyimpulkan apakah ini benar - benar tindak pidana pemilu atau bukan. Dan harapan saya semoga saja bukan," tutupnya

Reporter : Dedy