Program Kerja BKKBN Dapat Mengurangi Angka Kemiskinan

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Program Kerja BKKBN Dapat Mengurangi Angka Kemiskinan

REDAKSI
Rabu, 25 April 2018



CIANJUR - cekupdate.com
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Program KB dan Pembangunan Keluarga mendukung Program Prioritas Nasional tahun 2018 dan 2019.

Sesuai sasaran strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, pada tahun 2017 Pemerintah melalui BKKBN telah berhasil menurunkan angka dari 2.6 (SDKI 2012) menjadi 2.4 anak, wanita usia 15 hingga 49 tahun (SDKI 2017). Penurunan angka tersebut merupakan hasil dari upaya konsep keluarga kecil bahagia sejahtera melalui pendewasaan usia perkawinan dan penggunaan kontrasepsi.

Salah satu upaya yang dilakukan BKKBN bersinergi dengan program kerja Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera dari Kementerian Pertanian. Launching program tersebut dilakukan di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Amran, PLT Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Pelaksana tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo berharap program tersebut dapat lebih meningkatkan keterpaduan, komitmen serta dukungan yang baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan dalam memfasilitasi seluruh program pembangunan pengentasan kemiskinan.

"Tentunya saya berharap Program Kampung KB yang telah berjalan di seluruh Indonesia dapat bersinergi, dan Kampung KB akan menyasar Desa - desa dengan permasalahan stunting," ungkap Sigit kepada awak media, Selasa (24/04).

Sigit menambahkan, untuk memperkuat sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta seluruh mitra kerja dan berbagai organisasi kemasyarakatan. "Yang menjadi tujuan utama dalam mensejahterakan rakyat ialah bagaimana meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia bisa terwujud," terangnya.

Sigit menjelaskan BKKBN memiliki Data Keluarga, by name dan by address, ini bisa dimanfaatkan oleh kementrian pertanian. "Jadi gunanya untuk melakukan intervensi pada masyarakat yang memerlukan bantuan," jelasnya.

Reporter : Dedy