Ratusan Perusahaan di Sukabumi Pakai Air Tanah Secara Ilegal

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Ratusan Perusahaan di Sukabumi Pakai Air Tanah Secara Ilegal

REDAKSI
Rabu, 25 April 2018



SUKABUMI – cekupdate.com
Ditenggarai memakai air tanah secara ilegal ratusan Perusahaan di Kabupaten Sukabumi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi benarkan kondisi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Agus hasil dari pengecekan dilapangan, " Perusahaan-perusahaan itu ketika membuat sumur bor tidak mengantongi syarat teknis berupa surat izin pengambilan air bawah tanah (SIPA), " katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi pun memperkirakan hampir 80 persen sumur bor yang kini dimanfaatkan ratusan perusahaan yang tersebar di beberapa wilayah itu tidak membayar pajak air bawah tanah.

Dari hampir 80 persen tersebut Agus belum dapat memastikan mengenai jumlah debit air bawah tanah yang digunakan perusahaan secara terperinci. Termasuk besaran potensi pajak yang lost akibat pemanfaatan air bawah tanah ilegal ini.

" Ini yang perlu dibenahi karena ini potensi pendapatan asli daerah (PAD), Perusahaan yang kini memanfaatkan air tanah, mulai skala kecil maupun besar, bisa mencapai 500 unit. Mereka memiliki sumur bor, namun 80 persen pembuatannya ilegal harus masuk PAD Sukabumi, " cetusnya.

Ditilai Agus, maraknya sumur bor ilegal itu lantaran pemilik perusahaan merasa ribet mengurus proses izinnya. Sebab, saat ini untuk mendapatkan rekomendasi teknis (rektek) SIPA harus dari provinsi. Padahal, dari hasil pemeriksaannya ke lapangan banyak pemilik sumur bor siap membayar pajak air tanah.

" Kewenangan untuk mengeluarkan rektek SIPA ini sekarang dari provinsi. Namun untuk penerimaan pajak air bawah tanah, Pemda terganjal aturan karena belum adanya payung hukumnya. Kita sudah beberapa kali langsung berkoordinasi dengan dinas terkait di provinsi namun belum ada titik temu, " ketusnya.

Agus pun mengakui untuk PAD dari air bawah tanah ini cukup besar. Seperti halnya kita contohkan saja dari perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan merek Aqua, pajak untuk air tanahnya per tahun mencapai Rp 17 miliar.

Nantinya, setiap peternakan ayam yang menggunakan sumur bor akan dikenai pajak. Hitungannya berapa banyak air tanah yang dihabiskan untuk per ekor ayam. DPRD kini tengah menggodok rancangan peraturan daerah (perda) mengenai pengendalian air bawah tanah untuk peternakan ayam.   

" Dengan demikian DPRD kini mendiskusikan dan merancang Perdanya dengan sejumlah ahli. Termasuk berapa besaran nilai pajaknya, masih dalam penghitungan. Kenapa peternakan ayam? Karena perusahaan ini paling besar dalam memanfaatkan air bawah tanah kita, " pungkasnya.

Sumber : redaksi cekupdate.com