Terkait puluhan Siswa Tak Dapat Laksanakan UNBK, Begini Tanggapan Sekolah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Terkait puluhan Siswa Tak Dapat Laksanakan UNBK, Begini Tanggapan Sekolah

REDAKSI
Selasa, 03 April 2018



SUKABUMI - cekupdate.com 
Puluhan Siswa SMK Citra Nusantara yang berada di Jln Raya Siliwangi tepatnya di Kampung Cipanggulaan Desa Pondokkaso Landeuh Kecamatan Parungkuda tak dapat ikut Ujian di hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menunggu kepastian.

Gara-garanya, operator sekolah gagal mengunggah data pokok pendidikan (Dapodik), " Alhasil Siswa siswi kami kecewa dengan kejadian tersebut padahal mereka sudah datang pagi sekli dan ternyata tidak dapat mengikuti ujian. Padahal para siswa kami sudah memegang kartu peserta ujian dan bersemangat menghadapinya, " terang Kepala SMK Citra Nusantara, Hj Rohani SH. MM saat ditemui cekupdate.com di kantornya, Senin (02/04/2018).

Kami pun mencetak Kartu ujian secara mandiri, setelah diunduh dari website ujian berbasis komputer Kemendikbud. Pihak sekolah pun dibuat heran, tidak ada petugas dinas terkait yang datang. Soal ujian tidak bisa diakses sehingga para siswa gagal melaksanakan ujian.

" Sebelumnya pihak kita pun sempat mengalami kegagalan saat mengunggah Dapodik, Januari lalu. Semua data pokok, meliputi data siswa, guru, hingga staff sekolah, tidak terunggah. Dan yang di buat heran adalah nama kepala sekolah yang seharusnya saya malah yang keluar adalah Jalaludin, padahal yang bersangkutan pada saat itu adalah sebagai operator sekolah, " tandasnya.


Kami pihak sekolah tidak menyangka kesalahan ini bisa berujung pada kegagalan siswanya untuk mengikuti UNBK. Pasalnya, sekolah sudah mendapat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dengan nomor 20252519 dan akreditasi B dan sudah meluluskan sebanyak 17 lulusan di sekolahnya dan tidak terjadi masalah.

Yang makin tercengang Rohani pun sempat dimintai sejumlah uang oleh operator tersebut untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, " Demi kelancaran kita sudah berikan uang yang diminta yang bersangkutan namun hal tersebut tidak kunjung berhasil. Dan sekarang orang yang bersangkutan sudah tidak menjadi operator dan sudah mengundurkan diri, " katanya.

Beberapa waktu lalu sebelum dilaksanakan UNBK, Rohani mengaku sempat berkoordinasi dengan petugas Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BP3) Wilayah III Dinas Pendidikan Jawa Barat. Namun, hingga kini belum ada solusi gagalnya Ujian di Sekolahnya.

" Kami berharap instansi terkait membantu menyelesaikan masalah ini. Agar ke 37 siswanya bisa mengikuti UNBK susulan dan mendapatkan Ijazah, " pungkasnya.

Sumber : Redaksi cekupdate.com