TKW Cianjur Dikabarkan Meninggal di Timur Tengah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

TKW Cianjur Dikabarkan Meninggal di Timur Tengah

REDAKSI
Rabu, 11 April 2018



 https://www.beritabaru.id
CIANJUR - cekupdate.com
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) Iis Parida binti Junaedi Nurohman (59) warga Kampung Lapang RT 02/03, Desa Cikondang, Kecamatan Bojong picung Kabupaten Cianjur dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.

Iis tercatat sempat bekerja selama 4 tahun di rumah majikannya yang bernama Saleh dan sempat pulang ke Indonesia. Namun pada bulan Desember 2017 Iis di kabarkan berangkat lagi ke Saudi Arabia.

Adik kandung Iis, Endang Hidayat (40) mengatakan mendapat kabar dari pihak keluarga majikan kakaknya bahwa Iis meningal dunia di Rumah Sakit Malik Abdul Azis karena sakit.

"Saya mendapat kabar dari pihak sana kakak saya sudah meninggal dunia," tuturnya Rabu (11/4/2018).

Endang menuturkan, pihaknya hanya bisa meminta pihak pemerintah Saudi Arabia supaya secepatnya jenajah Almarhumah di semayamkan di Mekkah saja. " Serta tidak lupa kami juga meminta agar haknya almarhumah adik saya di berikan, " bebernya.

Sementara ketua DPC Astakira Cianjur, Hendri Prayoga mengatakan sebagai pendamping hukum keluarga Iis pihaknya akan terus memperjuangkan hak nya seperti uang santunan duka dan gaji yang belum dibayarkan selama lima bulan. " Saat ini kita sudah berkoordinasi dengann BNP2TKI, di Kementerian Luar Negeri, " paparnya.

Hendri menjelaskan saat ini pihaknya masih terus meminta bantuan pihak BNP2TKI untuk mengecek dokumen-dokumen keabsahan yang dimiliki TKW Iis termasuk juga kepesertaan asuransinya.

"Karena khawatir banyak TKW non prosedural yang akhirnya rugi ketika ada masalah di negara penempatan," katanya.

Dia pun menyoroti kenapa masih marak nya penempatan penempatan TKI di Timur Tengah yang di lakukan oleh oknum tenaga penyalur padahal larangan kerja di Timteng masih berlaku.Karena pihak Pemerintah Indonesia belum menyepakati hasil MOU dengan Pemerintah Arab Saudi.

"Di sisi lain kenapa pemerintah masih tidak bisa menghentikan pengiriman TKI ke kawasan Timur Tengah. Apalah artinya moratorium kalau instansi yang berwenang masih ada kerjasama dengan PPTKIS untuk meloloskan pengiriman TKI ilegal," paparnya.

Hendri menuding tanpa ada keterkaitan oknum-oknum dari instansi pemerintah pihak penyalur tak akan bisa mengirim TKW ke negara lain.

"Jadi saya mohon kepada Menteri Tenaga Kerja, tindak tegas oknum yang membekingi pengiriman TKW ilegal, karena kalau ini dibiarkan, yang dirugikan TKW sendiri," jelasnya.

Hendri pun meminta kepada Disnakertrans Kabupaten Cianjur dan pihak kepolisian agar menindak tegas para penyalur yang masih nekat memberakatkan TKW ke kawasan Timur Tengah.

"Karena permasalahan TKW semakin hari semakin banyak. Ini permasalahan yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah jangan merem. Tapi harus jadikan permasalah nasional," pungkasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack