Warga Korban Longsor di Kampung Babakan Cisarua Butuh Perhatian Pemerintah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Warga Korban Longsor di Kampung Babakan Cisarua Butuh Perhatian Pemerintah

REDAKSI
Senin, 09 April 2018



CIANJUR - cekupdate.com
Sebanyak tujuh kartu keluarga (KK) korban longsor beberaoa lalu yang terjadi di Kampung Babakan Cisarua RT 03 RW 15 Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, menunggu kepastian dan bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab).

Hal tersebut diungkapkan Dede mulyani (45) korban longsor menuturkan, bahwa dirinya sudah 5 tahun tinggal di Kampung Babakan Cisarua. Ia bersama dua anak dan suaminya terpaksa harus meratakan kembali tanah longsoran dari atas rumah milik Nining.

"Kejadiannya pukul 6.15 wib pak, pas kejadian, awalnya rumah ibu Nining persis diatasnya rumah saya, itu sudah miring mau roboh. Ibu Nining teriak ingin keluar rumah tapi tak bisa," tutur Dede kepada cekupdate.com, Senin(9/4/2018).

Dede mengatakan dirinya sangat berharap sekali segera dapat bantuan dari pemerintah kabupaten, karena menurutnya hingga saat ini dia dan bersama ke enam KK lainnya masih menempati rumah tersebut.

"Memang kang sebelumnya sudah ada himbauan dari Pemerintah Desa Sindanglaya agar tidak lagi menempati rumah," paparnya.

Dede menambahkan saat ini terdapat enam  rumah yang terancam longsor susulan diantaranya rumah yang di miliki Nining (50), Ayi (35), Udan (60), Enung (35), Eneng (30), Uun (60) dan Dede Mulyani (45).

"Minggu kemarin memang ada bantuan dari pemerintah kabupaten Cianjur, tapi saya bingung harus pindah kemana, kalau ngontrak rumah saya sudah tak sanggup lagi," keluhnya.

Sementara itu Kasi Pemerintahan Desa Sindanglaya, Suherman mengatakan, jika pihaknya sudah memberikan himbauan pasca longsor yang terjadi di kampung tersebut agar segera mengosongkan rumahnya masing-masing guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan terhadap warganya.

" Tujuannya lebih mengantisipasi adanya longsor susulan saja biar tidak ada korban jiwa, dan saya berharap ketujuh warga tersebut agar segera mengosongkan rumah tersersebut," jelasnya.

Herman menjelaskan saat ini Pemerintahan Desanya tengah melakukan upaya meminta kepada pemerintah Kabupaten untuk segera mendapatkan bentuan terhadap tujuh KK warganya.

" Sudah saya data dan sampaikan melaui surat untuk segera mendapat bantuan dari Pemkab namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut, " tutupnya. 

Reporter : Dedi
Editor : Jack