Di Cianjur, Seorang Rentenir Berkedok Koperasi Diduga Aniaya Nasabah Hingga Babak Belur

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Di Cianjur, Seorang Rentenir Berkedok Koperasi Diduga Aniaya Nasabah Hingga Babak Belur

REDAKSI
Rabu, 23 Mei 2018



CIANJUR  - cekupdate.com
Dianggap tidak mau bayar hutang, Yayan Mulyana (45) Warga kampung Pasekon Rt 05 Rw 15 Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur. Harus rela jadi korban penganiayaan oleh oknum rentenir berkedok Koperasi.

Mukanya di bogem bertubi-bertubi hingga babak belur layaknya pemain di laga film holiwood. Perbuatan sadis tersebut di lakukan oleh seorang oknum pegawai koperasi Cipta Asri yang berlamat di BTN Gadis Asri Blok B1 Kelurahan Bojong Kecamatan Karang Tengah Cianjur

Keterangan yang berhasil dihimpun cekupdate.com menyebutkan, kasus penganiayaan itu bermula dari utang piutang antara Dede Hartika (48) istri korban kepada NS (27) oknum karyawan Koperasi Cipta Asri.

" Waktu itu pinjamnya Rp 1,5 juta namun di terima oleh saya cuma Rp 1,3 juta, " tuturnya Dede Hartika kepada cekupdata.com di kediamannya, Rabu (23/5/2018).

Dede menyebutkan, hutangnya dari semula  pinjaman hanya Rp 1,5 juta dan bunganya hampir 100 persen lebih itu dede harus membayar kewajiban bunga setiap minggunya sebesar 450 ribu/minggu.

"Sebelumya memang bunganya itu rutin terbayar, tapi karena ada keperluan keluarga sempat terhenti beberapa minggu sampai dengan bunganya harus di lunasin sebesar Rp 7 juta lebih namun saya kadang tetap wajibkan mengangsur sehari kadang 20 sampai 50 rb per hari," kata Dede.

Dede menceritakan, sebelum terjadinya kasus penganiayaan yang di lakukan NS terhadap suaminya, dia dan suaminya hendak menanyakan surat keterangan penduduk (KTP) atas nama Nursiti Yohana (21) adik korban, yang di tahan beberapa waktu lalu sebagai jaminan pinjaman karena menurutnya KTP tersebut mau di pakai untuk keperluan admintrasi.

" Namun jawabnya katanya entar saja kalau sudah lunas,lagian pak saya bingung apa hubungannya yang punya hutang saya KTP adik saya yang di ambil jaminan," paparnya

Lanjut dede, hingga aksi penganiyayaan pun di lakukan pelaku pada tanggal 22 Mei 2018 sekitar pukul 17:30 Wib, saat korban sambil membentak menanyakan kepada NS untuk segera di kembalikan KTP adiknya segera.

"Langsung dari depan pintu masuk kedalam rumah dan menghajar terus menerus suami saya sampai tidak berdaya," jelasnya.

Dede menambahkan akibat kasus penganiyaan yang dilakukan sang rentenir, suaminya harus rela mengalami beberapa luka lebam di mukanya akibat bogem mentah yang di alamatkannya.

Sementara itu bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pacet, Aiptu Yayat Hidayatulloh saat di komfimasi melalui sambungan telepon, membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya dugaan kasus penganiayaan yang di lakukan oleh NS kepada YM.

" Iya kang betul kemarin kami menerima laporan kasus dugaan penganiyayaan yang di lakukan NS kepada YM," tuturnya

Namun dia mengatakan, kasus tersebut tidak akan berlanjut ke meja persidangan sebagaimana nantinya jika berlanjut kasus tersebut akan di kenakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2,8 tahun namun jika perbuatan tersebut mengakibatkan luka-luka berat maka pelaku akan di kenakan penjara maksimal 5 tahun.

" Ini sudah di selesaikan secara kekeluargaan kang dua belah pihak sudah sama-sama menyepakati surat perdamaian jadi kasusna kemungkinan tidak berlanjut," pungkasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack