Diduga Abaikan Hasil Pansus, Ketua DPRD Geruduk PT Aqua di Cicurug

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Diduga Abaikan Hasil Pansus, Ketua DPRD Geruduk PT Aqua di Cicurug

REDAKSI
Senin, 07 Mei 2018



SUKABUMI - cekupdate.com
Menindak lanjuti temuan Pansus terkait dugaan pelanggaran PT Aqua Golden Mississipi (AGM) dan PT Tirta Investama (TIV) yang terkesan mengabaikan rekomendasi temuan tersebut. Akhir Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi H. Agus Mulyadi kembali menindak lanjuti dengan menggandeng beberapa Dinas terkait diantaranya, DPMPTSP, DLH, PDAM, Satpol PP Kabupaten serta Instansi lainnya.

"Kedatangan hari ini menindak lanjuti temuan pansus 10 bulan lalu yang berkaitan dengan PT Aqua, dan TIV," ungkap ketua DPRD Agus kepada cekupdate.com di sela kunjungannya ke PT Aqua yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Senin (07/05/2018).

Menurutnya, ada Enam rekomendasi yang diajukan dari hasil pansus tersebut diantaranya, tentang penggunaan Satu Sumber Air oleh Dua Perusahaan, pengelolaan CSR, tentang hak masyarakat 15 persen dari debit air, kerjasama terkait Bapak Angkat olahraga dengan Pemda, serta 5 hektar pengamanan Sumber Air.

"Ternyata hingga saat ini semua rekomendasi tersebut belum dilaksanakan pihak Aqua. Namun dalam hal ini kami masih memberikan toleransi agar perusahaan melakukan pembenahan dan kami memerintahkan Pansus, Pimpinan Dewan, serta tim eksekutif dan tim dari manajemen untuk mendampingi menyelesaikan tahapan - tahapan itu dalam kurun waktu 30 hari," terangnya.

Agus menegaskan, bila dalam kurun waktu tersebut masih ngeyel, pihaknya akan bertindak tegas dan memberikan sangsi. "Sangsinya bisa berbentuk penghentian atau penutupan sementara. Namun kami menginginkan perusahaan ini tetap berjalan tentunya dapat mematuhi aturan," tegasnya.

Ditempat yang sama Humas PT. Aqua, Murtejo menuturkan bahwa pihak perusahaan akan senantiasa mengikuti aturan, namun kata dia, mengenai izin perubahan balik nama dari PT. TIV ke PT. AGM itu masih menunggu proses. "Di Perusahan ini terdapat Investasi Asing jadi kami masih menunggu proses di BKPM. Ketika itu sudah selesai baru bisa maju ke tahap selanjutnya," tuturnya.

Kemudian ia menjelaskan, mengenai hak 15 persen itu sudah diberikan kepada masyarakat melalui program pipanisasi yang langsung di alirkan ke masyarakat. 

"Bahkan saya rasa sudah lebih, dari 130 liter debit air dari SIPA yang kita miliki. Dan sebetulnya 6 Poin rekomendasi itu sudah Ia lakukan dan sedang dalam proses, hanya saja karena kurangnya komunikasi jadi satu sama lain juga kurang mengetahui," jelasnya.

"Oleh sebab itu kami berharap ke depan terjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah agar kita bisa sama - sama saling membenahi," pungkasnya mengakhiri.

Reporter : Fa'is