Keluarga Korban Kekerasan Sang Rentenir Pertanyakan Surat Perdamaian

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Keluarga Korban Kekerasan Sang Rentenir Pertanyakan Surat Perdamaian

REDAKSI
Jumat, 25 Mei 2018



CIANJUR - cekupdate.com
YM (45) warga Kampung Pasekon RT 5 RW 15 Desa Cipanas Kecamatan Cipanas adalah korban pemukulan oknum karyawan Bank keliling (Bangke) NS (27) pada Selasa (22/5), gara - gara meminta KTP yang di jaminkan istrinya DH (48) atas nama NH (21) yakni adiknya YM.

YM (45) menuturkan, dua hari pasca pemukulan yang dilakukan oleh NS (27) dirinya baru bisa membuka mata dan disekujur tubuhnya terasa sakit karena di pukul dengan cara membabi buta oleh NS.

"Badan saya, sama wajah ini terasa sakit sekali pak," tuturnya saat di temui cekupdate.com di kediamannya, Jum,at (25/5/2018).

YM mengatakan, pada saat dirinya dirawat di RS Cimacan, yang menghadapi pelaku di Kantor Polsek Pacet saat akan melakukan musyawarah tak ada orang dari keluarganya yang memahami hukum ditambah dengan kondisi yang panik, maka menyetujui apa yang ditawarkan oleh pihak pelaku kepadanya.

"Saat itu memang kondisinya panik, dan memang kalau urusan utang piutang dan jaminan KTP dinyatakan sudah selesai. Tapi kalau penganiyaannya mana? Kan belum ada kata selesai, jadi saya minta pertanggungjawaban dari NS sebagai pelaku pemukulan," ungkapnya

Tak hanya YM, DH (48) istri korban pun ikut geram terhadap pelaku NS (bangke) karena selain tidak mau bertanggungjawab DH menilai NS tidak ada itikad baik, dari surat pernyataan yang telah disepakati bahwa KTP adiknya yang dijaminkan hingga saat ini belum juga dikembalikan.

"Katanya bos nya NS mau datang kerumah untuk mengantarkan KTP adik saya NH, nyatanya sudah 2 hari tak juga kunjung datang," kesalnya.

DH mengatakan, jika dirinya mendapatkan informasi pasca terjadinya pemukulan NS sudah mulai lagi beraktivitas seperti biasa. Bahkan lebih parahnya bahwa NS mulai membawa alat double stick (alat bela diri) dan seolah dipamerkan ke warga di sekitaran lingukngan Kampung Pasekon.

"Saya dengar dari tetangga yang suka minjam duit sama NS, katanya sekarang bawa - bawa double stick segala. Emangnya siapa yang mau menghalang - halanginya," paparnya.

Sementara itu NH (21) adik korban mengatakan, jika dirinya merasa kesal karena hingga saat ini KTP yang janjinya akan di pulangkan oleh Bangke sampai saat ini belum juga diterimanya. Padahal menurutnya, identitas tersebut sangat diperlukan untuk kepentingan lainnya.

"Sudah lama saya mau kerja ke Bali, tapi KTP saya belum juga ada. Kan kalau mau beli tiket harus ada KTPnya," kesalnya .

NH juga mendorong agar kasus pemukulan yang dilkukan NS terhadap kakaknya YM agar terus dilanjut aja. Menurutnya kalau dilihat dari surat pernyataan pun tidak ada isinya tentang penganiyayaan melainkan hanya utang - piutang dan jaminan KTP.

"Bagusnya bikin laporan lagi aja ke Polsek, orang macam apa itu. Bukannya minta maaf sama korban malah begitu, apalagi katanya sekarang si NS ini kalau ke Kampung ini suka bawa - bawa double stick segala emangnya mau ngapain," tukasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack