Polres Sukabumi Berhasil Meringkus Tersangka Penyelundupan Benur ke Vietnam

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Polres Sukabumi Berhasil Meringkus Tersangka Penyelundupan Benur ke Vietnam

REDAKSI
Kamis, 10 Mei 2018



SUKABUMI - Cek Update
Tersangka Pria berinisial AT (52) Warga Ciracap Sukabumi yang berprofesi sebagai tukang jual beli Benih Lobster/Benur yang akan di selundupkan ke Negara Vietnam, kini berhasil diringkus Satuan Pol Air Polres Sukabumi. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 11,200 ekor Benur yang akan di eksport keluar negeri menggunakan pesawat.

"Berdasarkan instruksi pemerintah Benur/Benih Lobster ini harus tetap dijaga kelestariannya, tidak boleh diambil, diperjual belikan apalagi hingga diekspor keluar negeri dan itu sudah menjadi atensi dari Menteri Kelautan dan Perikanan," ungkap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada Awak Media saat menggelar Jumpa Pers di Halaman Polres Sukabumi Jawa Barat. kamis (10/05/2018).

Selanjutnya Kata Nasriadi, Sat Pol Air Polres Sukabumi kini telah mengamankan seorang tersangka berinisial AT Alias Kapal (52) Warga Ciracap, yang terbukti tertangkap tangan mengepul dan mengambil dari daerah ujung genteng 11,200 ekor benur, dan apabila ditaksir itu sekitar 2 Milyar 800 juta rupiah.

"Harga benur tersebut cukup mahal mereka membeli dengan harga 5500/ekor bahkan kalau jenis mutiara itu lebih mahal. Ketika Benur itu di eksport keluar negeri harganya bisa mencapai 250 ribu/ekor, oleh sebab itu benur tersebut harus dijaga kelestariannya," tuturnya.

Kemudian lanjut Kapolres, saat ini tersangka sudah diamankan beserta barang bukti 11,200 ekor benur serta kendaraan yang digunakan, kemudian pihaknya juga masih melakukan pengembangan.

"Tersangka mengaku ia hanya sebagai kurir, oleh karena itu kita akan terus kembangkan ke level yang lebih atas, agar mereka yang membiayai, mengekspor benur - benur yang ada di Kabupaten Sukabumi dapat kita tangkap," tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat khususnya yang ada di pesisir pantai harus dapat mentaati aturan ini, dan tidak mengulangi hal sama yaitu memperjual belikan benur.

Lebih lanjut Kata Kapolres, dalam penanganan kasus tersebut Polres Sukabumi dibantu tim ahli dari Balai Karantina Ikan dari Jakarta 2, di bawah kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan berdasarkan hasil investigasi serta pengakuan tersangka benur tersebut akan ekspor ke Vietnam menggunakan pesawat.

"Yang nantinya setelah itu akan di ekspor kembali ke eropa. Jadi seolah - olah barang tersebut dari vietnam bukan dari Sukabumi, indonesia dan akan dijual dengan harga beberapa kali lipat dari harga yang mereka beli. Kemudian tersangka kita jerat dengan undang - undang nomer 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 1,5 Milyar," pungkasnya.

Reporter : Ivan