Puluhan Atlet Pencak Silat Berprestasi Butuh Perhatian Pemkab Cianjur

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Puluhan Atlet Pencak Silat Berprestasi Butuh Perhatian Pemkab Cianjur

REDAKSI
Selasa, 15 Mei 2018



CIANJUR - Cek Update
Sebanyak 20 orang pelajar padepokan pencak silat Kiansantang dari berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur saat ini dinilai tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Cianjur.

Padahal lomba seni pencak silat kejuaraan nasional ini selalu berangkat dan mengharumkan nama Kabupaten Cianjur sampai ketingkat nasional.

Pelatih Seni Pencak silat Padepokan Kiansantang M Nurjanah mengatakan,sedikitnya ada 20 orang pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur yang saat ini mendapatkan predikat juara di tingkat nasional.

Dia mengatakan diantaranya mereka (Pelajar) yang mendapatkan sempat mendapatkan predikat juara tingkat Kabupaten yaitu siswa dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Cipanas,SMPN 1 Cipanas,SMKN 1 Pacet dan SMPN Sukaresmi.

"Juara tingkat Kabupaten alhamdulilah pasti kita raih dari sekolah yang ada di Cipanas semua," tuturnya kepada para awak media Senin (14/5/2018).

Nunuy sapaan akrab menceritakan,binaanya kalau dihitung dari sebelumnya bisa mencapai lebih dari 50 siswa yang berprestasi di kejuaraan 02SN di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun tingkat Nasional.


Seperti yang baru baru ini menyabet  juara nasional ada 3 orang siswa terdiri dari Siska Silfiani Supriadi, Gelar Aji Pangestu, Tiara Martadima. "Kalau yang juara I nasional 02SN adalah Gelar Aji Pangestu, di susul oleh Siska dan Tiara," katanya.

Namun sayang tambah Nunuy hingga saat ini masih menunggu kepastian bantuan ataupun perhatian dari Pemerintah daerah.

"Sampai saat ini, dari Pemerintah Daerah Cianjur belum ada perhatian khusus.bahkan kami disuruh nunggu," paparnya

Dia mengatakan,jika selama ini puluhan siswa yang berlatih, seperti akomodasi makan dan minum siswa dirinyalah yang menggung semuanya. "Selama mereka (siswa) itu mengikuti latihan disini ya mau darimana lagi kalau bukan saya sendiri," terangnya

Dengan kapasitas ruangan yang begitu kecil dan terbatas itu dirinya mengharapkan ada bantuan dari pemerintah untuk dibangunkan sarana latihan yang lebih besar.

"Saat ini murid yang aktip ada 300 orang, namun yang mendapatkan predikat juara ada 20 orang. Kami sangat berharap sekali kepada pemerintah daerah agar bangunan ini diperbesar lagi agar bisa menampung banyak siswa berprestasi," tukasnya.


Reporter : Dedy
Redaktur : Jack