Tasyakuran Kelulusan dan Kreasi Seni "Seleh Sumeleh" SMA Yasti

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Tasyakuran Kelulusan dan Kreasi Seni "Seleh Sumeleh" SMA Yasti

REDAKSI
Rabu, 09 Mei 2018




SUKABUMI - Cek Update 
Tasyakuran Kelulusan dan Kreasi Seni diacara pelepasan SMA Yasti yang bertempat Gedung Yasti di Jl Veteran No. 66 Cisaat Sukabumi Jawa Barat, Jum'at (8/05/2018).

Pelepasan Siswa - Siswi SMA YASTI Angkatan yang ke 36 Tahun 2018 sebanyak 43 siswa, selain itu siswa dalam acara pelepasan ini para siswa/siswi mengadakan sungkeman kepada seluruh guru terlihat sangat sakral. Dengan dilaksanakan acara ini dapat diartikan selesainya tugas guru dan sekarang telah di kembalikan lagi kepada orang tuanya masing-masing.

Menurut Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) YASTI Jamjam Nurjaman S.Ag, Mpd. mengungkapkan kepada cekupdate.com disela acara, "Kita harus bangga, ini penggunaan gedung yang pertama kalinya digunakan untuk pelepasan siswa siswi kelas XII. Disini kita membuat konsep yang berbeda supaya lebih menarik untuk anak- anak dengan tempat yang strategis," ungkapnya.

Dengan konsep diluar gedung dengan payung warna warni pelangi yang pertama di Sukabumi. "Payung ini mencirikan gambaran karakteristik anak didik disini yang berbagai macam pola sehingga menggambarkan Keselarasan dan keharmonisan anak Didik dengan guru. Kegiatan pelepasan siswa- siswi ini Angkatan ke-36, " jelasnya.

Siswa- siswi yang ada di YASTI ini bukan saja dari Sukabumi, "Disini dari dulu ada yang menitipkan anaknya dari luar Provinsi seperti dari Maluku, Padang dan dari Alor serta Sumatera, oleh karena itu YASTI yang berdiri sejak tanggal 22 November 1982. Untuk Angkatan pelulusan tahun ini berjumlah 43 (Empat Puluh Tiga) siswa siswi, " tanggapnya.



Ada yang berbeda dalam sesi Sungkem, di YASTI memberikan ciri khas hanya kepada Wali kelas, "Ya disini anak- anak sungkem ke Wali Kelas sebagai tanda mengakui Orang tua mereka di Sekolah. Dalam budaya Sunda itu disebut 'Seleh' atau menyerahkan anak- anak nya untuk di didik, sehingga didalam perjalannya itu membantu anak didik ketika ada persoalan, disinilah kita bukan saja seorang guru sekaligus sebagai orang tua, " terangnya.

Dengan demikian kita pun mengangkat adat Budaya Sunda agar generasi kita pun tidak lupa dengan adat Sunda yang saling menghargai antara anak dan Orang tua.

"Itulah proses 'Seleh Sumeleh' atau 'Serah Terima', dari awal masuk ke kelas 10 awal mendidik dan sekarang diakhir kelas 12 kelulusan kami serahkan kembali secara formal, simbolis bahwa selama tiga tahun amanat mendidik sudah kami laksanakan dengan sebaik- baiknya," pungkasnya.

Dikesempatan lain, salah satu orang tua murid Hamrudin dari Bekasi mengungkapkan kepada cekupdate.com, "Saya bersyukur alhamdulillah, semuanya lulus seratus persen. Ini merupakan pengorbanan dan perjuangan para guru, menuntaskan dengan sangat baik sehingga anak kami lulus," ungkapnya.

Harapan besar pun terpancar dari raut orang tua siswa ini, "Saya berharap YASTI akan lebih baik lagi, lebih berkembang lagi dan lebih lebar lagi sayapnya agar lebih mapan kepada anak- anak didik  umumnya anak- anak Indonesia," tutupnya.

Reporter : Dasep
Editor : Jack