Tangan Nyaris Putus TKI Asal Bandung Tak Kunjung Dipulangkan

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Tangan Nyaris Putus TKI Asal Bandung Tak Kunjung Dipulangkan

REDAKSI
Rabu, 15 Agustus 2018




CIANJUR - cekupdate.com
Iman Safaat (30),Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Cibaros,Desa Sukaresmi,Kecamatan Rongga,Kabupaten Bandung Barat.DiKabarkan tangannya nyaris putus terjepit mesin di tempat dia bekerja di Al-Ahsa Arab Saudi.

Hal tersebut di ungkapkan Reza anak kandung Iman saat mengunjungi kantor Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cabang Cianjur untuk mengadukan nasib orang tuanya yang tak kunjung di pulangkan.

Dia mengatakan,saat ini kondisi orang tuannya semakin hari semakin mengkhawatirkan setelah kecelakaan yang menimpa orang tuanya pada tanggal 21 Juli 2018 lalu.

"Saya sangat khawatir dengan kondisi bapak saat ini di sana karena tangannya makin hari kabarnya semakin membusuk," tuturnya saat di konfirmasi baru-baru ini .Rabu (15/8/2018).

Reza mengatakan,apalagi menurut kabar dari orang tuannya jarak antara rumah yang di tinggalinya dan rumah sakit tempat di berobat sangatlah jauh.

"Katanya setiap akan berobat ke rumah sakit bapak saya harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitar 1 km," tuturnya.

Hal serupa di ungkapkan Karnamah (62) yang tak lain ibu kandung Iman pihaknya mengaku sampai dengan hari ini belum pernah tenang memikirkan nasib anaknya." Makanya kami ke sini (Astakira P ) untuk kedua kalinya menaruh harapan besar bisa membantu memulangkan anak saya secepatnya,"

Sementara itu ketua DPC Astakira P Kabupaten Cianjur Ali Hildan mengatakan, pihaknya saat ini sudah menindaklanjuti laporan tersebut ke Badan Nasional Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Alhamdulilah kami sudah mendapat kabar dari KBRI setempat bahwa Iman Safaat sudah ditangani,namun gaji dan asuransi kecelakaannya belum dibayar majikan," jelasnya.

Ali mengatakan,selama ini terhambatnya kepulangan Iman ke Indonesia karena Iqomah (Kartu tanda penduduk sementara di kerajaan Arab Saudi) nya sudah tidak berlaku lagi alias kadaluarsa.

" Disamping itu gaji dan asuransinya pun belum di berikan oleh majikan saat kecelakaan," jelasnya

Namun Ali berjanji akan terus mendorong pihak yang berwenang agar segera memulangkan Iman serta hak-haknya selama kerja di Arab Saudi.

"Jika dalam dekat ini belum juga dipulangkan maka kami akan langsung mendatangi Kementerian Luar Negeri bersama keluarga untuk mengadukan hal ini," janjinya

Reporter : Dedy