Derita Kangker Kulit, Seorang Pria di Sukabumi Butuh Perhatian Pemerintah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Derita Kangker Kulit, Seorang Pria di Sukabumi Butuh Perhatian Pemerintah

REDAKSI
Minggu, 21 Oktober 2018



SUKABUMI - Cek Update
Andri Pirman Syah (36) warga Kampung Cisereh, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat terpaksa harus terbaring di rumahnya karena penyakit Kelenjar Tumor Ganas yang ia derita semenjak beberapa tahun lalu, terus menggerogoti bagian belakang Kepalanya.

Lelaki yang berprofesi sebagai tukang Ojek Pangkalan tersebut kini hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang ia derita saat ini, karena tidak memiliki uang untuk menjalani pengobatan.

"Awalnya saya merasakan ada benjolan di Kepala pada tahun 2010, dan saya mengira itu tidak berbahaya, namun semakin lama benjolan itu semakin membesar," tuturnya kepada Cek Update. Minggu (21/10).

Selanjutnya kata Andri, kamudian tahun 2015 dirinya mencoba memeriksakan benjolan tersebut ke Dokter, lantas kata dia, Dokter menyarankan bahwa ia harus di operasi karena menderita penyakit Kelenjar Tumor Ganas.

"Namun karena keterbatasan biaya, saya hanya bisa menjalani Operasi itu di 2017, hingga saat ini saya masih berobat jalan di Rumah Sakit (RS)  Samsudin SH dan pihak RS juga menyarankan dirujuk ke Bandung namun saya kebingungan karena tidak ada biaya," terangnya.

"Dengan demikian besar harapan  pemerintah bisa memberikan bantuan dengan kondisi saya saat ini," harapnya.

Sementara Iyos Rusmiati tetanganya menambahkan bahwa, memang sudah cukup lama Andri menderita penyakit seperti ini, namun meski demikian ia tetap semangat mencari nafkah untuk anak istrinya sebagai Tukang Ojek," tambahnya.

Menurutnya, hanya sekarang saja ia tidak bisa mencari rezeki dan hanya terbaring lemah karena penyakitnya semakin parah. "Dan ia dikenal selalu membantu warga sewaktu ia masih bisa menjalani aktivitasnya sebagai Tukang Ojek. "Kami juga sangat perihatin melihan kondisi Andri saat ini, namun kami hanya bisa mendoakan semoga ia cepat sembuh dan sehat kembali," tutupnya mengakhiri.

Reporter : Ivan
Editor      : Fa'is