Pernyataan Disdik Terkait Larangan Pengangkatan Guru Honor

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Pernyataan Disdik Terkait Larangan Pengangkatan Guru Honor

REDAKSI
Kamis, 18 Oktober 2018



SUKABUMI - Cek Update
Pernyataan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi terkait tuntutan aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukabumi di Halaman Kantor Dinas Rabu 17 Oktober kemarin salah satunya mereka menuntut Pemerintah Daerah mengalokasikan 20 persen APBD untuk Guru Honor.

Tuntutan tersebut akhirnya di jawab oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Solihin bahwa, salah satu alasan kenapa Pemerintah Daerah tidak berani mengeluarkan SK Honorer dalam hal ini Bupati tentunya.

"Sebab ada Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005 yang melarang semua pejabat pembina kepegawaian tidak boleh mengangkat honorer. Jadi sebetulnya bukan Disdik saja tetapi semua dinas, kalau mau mengangkat cabut dulu harusnya PP tersebut," tuturnya kepada Awak Media. Rabu (17/10).

Selanjutnya kata Solihin, kalau PP tersebut sudah dicabut kata dia, mungkin pengangkatan honorer bisa di pikirkan. "Oleh sebab itu kami mengakomodir tuntutan honorer yang berkaitan dengan Permendikbud nomor 01 tahun 2018 bahwa setiap guru honorer kalau mau di berikan honor atau tunjangan dari BOS harus ada penugasan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini  termasuk kami Dinas Pendidikan," kata Solihin.

"Kami sudah layangkan hampir 5800 sekian sudah diberikan ke pemerintah untuk dibuatkan, dan sebetulnya SK tersebut dibuat oleh Pemerintah Daerah, yaitu SK induknya oleh pak Kadis petikannya oleh kami sendiri," ujar Sekdis.

Kemudian Solihin menambahkan, fungsinya SK itu nantinya dia bisa ikut jadi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG). "Kalau dulu yang ikut PPG itu hanya honor yang ada di Yayasan sementara honorer di Negeri tidak bisa, karena dalam surat edaran itu apabila ada surat penugasan atau SK dari Kepala Dinas maka honor negeripun bisa ikut PPG," tegasnya mengakhiri.

Reporter : Ivan
Editor      : Fa'is