Polresta Sukabumi Bongkar Kasus Penipuan Modus Makelar Kasus

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Polresta Sukabumi Bongkar Kasus Penipuan Modus Makelar Kasus

REDAKSI
Jumat, 19 Oktober 2018



SUKABUMI - Cek Update
Kepolisian Sektor (Polsek) Sukaraja Polres Sukabumi Kota menggelar Konferensi Pers terkait kasus penipuan, bertempat di Mako Polsek Sukaraja di Jalan Raya Sukaraja Pasirhalang Sukaraja Sukabumi Jawa Barat, Jum'at (19/10/2018) siang.

Dasar laporan kasus Penipuan dan atau Penggelapan Nomor Polisi : LP/B/262/2018/SPK, tanggal 18 September 2018. Tersangka berinisial "R" (41) warga Kampung/Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Menurut salah satu kerabat korban Yandi mengatakan, Awalnya R Dia mengatas namakan Ormas, ceritanya untuk penangguhan tahanan dan meminta uang sebesar lima belas juta.

"Pertama kenal dengan Pelaku yaitu di rumahnya di Selaawi, atas permintaan Dia (Pelaku)," jelas Yandi.

Yandi pun penasaran dan menanyakan terhadap R bisa mengeluarkan kerabat saya berapa lama, "Dia bilang Tiga hari bisa keluar, dengan jaminan uang Rp 15.000.000,- (Lima Belas Juta), R menjanjikan bisa mengeluarkan kerabat kami yang sedang menjalani tahanan," ucap Yandi menirukan perkataan pelaku.

Setelah uang diterima R, kami keluarga mendatangin lagi R setelah Tiga minggu padahal R berjanji bisa mengeluarkan dalam waktu tiga hari. Setelah keluarga menunggu sampai Satu bulan masih belum keluar juga,
 akhirnya saya melaporkan hal tersebut. Padahal dia (Pelaku R) mengaku dekat dengan Polisi.

"Malahan yang sedang ditahan itu di proses hukum di Palabuhanratu. Pada saat saya selidiki ke situ, anggota Kepolisian tidak ada yang kenal," cetus Yandi.

Sementara itu menurut Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro S.H., S.I.K., M.Si dalam Konferensi Pers di depan Mako Polsek Sukaraja Sukabumi menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menangkap Pelaku tindak penipuan dengan modus sebagai 'Makelar Kasus' (Markus).

"Pengungkap kasus penipuan, dengan modus makelar kasus yang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian. Jadi tersangka ini mengaku atau menipu korban dengan seolah- olah mampu mengeluarkan kerabat dari pada korban yang saat ini sedang menjalani proses hukum di Polres Sukabumi," paparnya.

Sehingga Korban mengalami kerugian sebesar Rp 15.000.000.,- (Lima Belas Juta Rupiah). Dengan janji- janji bahwa pelaku dekat dengan pihak kepolisian, kemudian mampu mengeluarkan kerabat korban.

"Ternyata, setelah uang diserahkan tidak juga kerabat daripada korban ini bisa keluar dari kepolisian," terang AKBP Susatyo Purnomo Condro S.H., S.I.K., M.Si. saat jumpa Pers.

AKBP Susatyo Purnomo Condro S.H., S.I.K., M.Si menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpedaya akan bujuk rayu orang yang mengaku bisa mengurus perkara di Kepolisian.

"Jadi dengan adanya perkara ini menjadikan bukti kepada semua masyarakat agar jangan mudah tertipu oleh bujuk rayu orang- orang yang mengaku bisa mengurus perkara di Kepolisian dan jika ini dibiarkan, maka kami di kepolisian melakukan tindakan tegas. Karena khawatir bahwa seolah- olah pihak kepolisian meminta sejumlah uang untuk bisa menyelesaikan perkara," terangnya.

Tersangka yang berinisial R ini, dalam proses dilakukan penahanan guna proses penyidikan lebih lanjut. Selain itu, Barang bukti berupa Selembar Kwitansi penyerahan nominal uang dari kerabat Korban (Yandi) kepada Pelaku R, tertanggal 12 Agustus 2018.

"Pelaku R melanggar sebagaimana Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana, " pungkas Kapolresta Sukabumi.

Reporter : Dasep
Editor : Jack