Demi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat GWJ Sulap Sisa Makanan Jadi POC

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Demi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat GWJ Sulap Sisa Makanan Jadi POC

REDAKSI
Rabu, 28 November 2018



SUKABUMI - Cek Update
Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat serta ketahanan pangan skala rumah tangga Tim Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Jawa Barat ajarkan warga sulap sampah sisa makanan rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC)

"Pemberdayaan tanaman organik ini untuk ketahanan pangan skala rumah tangga yang ramah lingkungan, dan POC itu utamanya bisa dibuat oleh ibu - ibu kemudian bahan bakunya juga sangat mudah didapat," ungkap Tim GWJ Jabar Teriska Raharjo kepada Cek Update di sela kegiatan Sosialisasi yang digelar di lokasi Wisata Kolam Renang Taman Fanisa Swimming Pool tepatnya di Kampung Babakan Rt 011/04 Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Rabu (28/11).

Menurut Teriska, POC itu bisa dibuat dari sisa sisa makanan rumah tangga, apapun jenis makanannya itu bisa menjadi bahan dasar POC untuk dapat menjadikan kondisi tanah lebih subur. "Apalagi di wilayah Kecamatan Bojonggenteng ini sendiri sudah berjalan program Pipir Diurus (Pirus) tentunya POC sangat berguma untuk memberdayakan tanaman organiknya," tuturnya.

Selanjutnya kata Teriska, pihaknya sudah menyambangi berbagai wilayah bersama tim GWJ terkait sosialisasi pengolahan Pupuk Organik tersebut. "Sejak awal bulan juni kami bersama tim terus berkunjung ke wilayah - wilayah untuk mensosialisasikan pengolahan POC, mulai dari Gorontalo, Banten Selatan, Lebak, Kertasari, serta beberapa desa di Pelabuhanratu Sukabumi," paparnya.

Lebih lanjut kata Teriska, sebetulnya kalau masyarakat memahami bahwa pupuk organik itu akan menghasilkan sayuran yang sehat, dan itu tidak bertahan hanya satu musim saja melainkan terus menerus sepanjang hayat.

"Oleh karena itu menurut saya pendidikan hayati serta kewirausahaan sudah tidak usah berbicara konsep lagi, sekarang kita belajar dan bisa langsung kita praktekan. Tentunya kita juga akan mendapatkan hasil nantinya," terangnya.

Dengan demikian kata dia, kedepannya program pirus tersebut melalui tanaman organiknya bisa menjadi Soko Ekonomi Nasional bahkan Internasional. Karena menurut dia, sayuran organik itu betul - betul dicari oleh orang yang sudah hapal tentang kesehatan.

"Dan dunia usaha organik ini, baik sayuran maupun padinya harganya sangat tinggi. Padahal kalau kita mengetahui proses penanaman serta pupuknya itu cukup murah biayanya, dan ini salah satu solusi jitu untuk meningkatkan ekonomi warga. Dan saya yakin kalau bisa seperti ini masyarakat indonesia terutama generasi milenial mampu berdiri di atas kaki sendiri bahkan mereka bisa menjadi Soko ekonomi untuk bangsa ini," pungkasnya mengakhiri.

Reporter : Fa'is