Gerebek Latihan Dasar Militer Ilegal, Mantan Prajurit TNI Dijadikan Tersangka

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Gerebek Latihan Dasar Militer Ilegal, Mantan Prajurit TNI Dijadikan Tersangka

REDAKSI
Jumat, 02 November 2018



CIANJUR - Cek Update
Sebuah villa yang diduga menjadi tempat latihan militer ilegal digerebek petugas gabungan Polisi Sektor (Polsek) Pacet dan Komando Rayon Militer (Koramil) Pacet.
Berdasarkan informasi di lapangan di lokasi, petugas akhirnya berhasil mengamankan sedikitnya dua puluh lima orang yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Pacet Kompol Suhartono mengatakan, lokasi penggerebekan tersebut berada disebuah villa milik Haji Baban Jalan Hanjawar Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Penggerebekan kami lakukan pada hari rabu kemarin tanggal 31 Oktober sekitar pukul 10:00 WIB berdasarkan laporan dari warga kepada Anggota Koramil Pacet," tuturnya kepada Cek Update di ruang kerjanya kemarin. Kamis (01/11/2018).

Kapolsek mengatakan, kronologis awal mulai adanya kegiatan yang mereka namakan dasar latihan militer Tast Force International Indonesia di Hanjawar ini, bermula saat rombongan yang di pimpin Daeng Mustamin mantan anggota TNI tersebut berangkat dari Lemah Abang Cikarang Bekasi menuju Kabupaten Cianjur pada tanggal 27 Oktober 2018 pukul 21:00 WIB lalu.

"Kemudian mereka sampai ke villa Haji Baban di Hanjawar menggunakan kendaraan pribadi pada minggu malam pukul 01:00 WIB" terangnya.

Keesokan harinya lanjut Kapolsek, di lokasi villa tersebut mereka langsung melakukan kegiatan latihan militer  ilegalnya, yang mana nantinya setelah melalui proses uji latihan dasar militer dalam jangka dua bulan mereka akan langsung di jadikan anggota Interpol dengan pangkat sersan dua (Serda).

"Untuk para peserta di pungut nominal 10 juta untuk satu orang calon anggota, oleh komandannya," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan hasil pengembangan dari lokasi kejadian, akhirnya pihaknya menetapkan tiga tersangka masing-masing bernama Daeng Mustamin selaku komandan, Supardi Sebagai Wakil Komandan dan Ustd Ucu sebagi perekrut anggota.

"Sementara untuk ke 23 anggota peserta TFII kita tetapkan sebagai korban karena mereka umumnya tergiur bujuk rayu dari para tersangka dan kasus ini langsung kita limpahkan ke Polres Cianjur karena kegiatan latihan militer ilegal ini lokasinya tidak hanya di Pacet saja," tutupnya.

Reporter : Dedy
Editor : Fais