Kapolresta Sukabumi Tangkap Pelaku Penyebar Berita HOAX Pelaku Penculikan Anak

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Kapolresta Sukabumi Tangkap Pelaku Penyebar Berita HOAX Pelaku Penculikan Anak

REDAKSI
Sabtu, 03 November 2018



SUKABUMI - Cek Update
Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus berita Hoax dalam penyebaran foto pelaku penculikan anak yang tidak benar, Jum'at (02/11/2018) malam.

Kapolres Sukabumi Kota AkBP Susatyo Purnomo Condro S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Waka Polres Sukabumi Kota menyampaikan, bahwa Tim Cyber Polres Sukabumi Kota menemukan postingan Foto dengan pemberitaan penculikan anak dari akun Facebook bernama ZHA VSB didalam satu Group Sukabumi Facebook dengan kata- kata dalam postingan tersebut "hati- hati jagain anak tengah malam maupun pagi, semalam penculik udah nyampe kampung Cibuntu Terminal Sukaraja".

Sesuai fakta bahwa Foto yang di posting oleh akun Facebook ZHA VSB adalah Gepeng (MR. X) yang sedang diamankan oleh Polsek Sukaraja, yang keberadaannya sekarang dalam perawatan kejiwaan di ruang Kemuning RSUD R. Syamsudin S.H.

Modus operandi, Pelaku memposting dalam akun Facebook Pemberitaan (Hoaks) terkait penculikan anak yang meresahkan warga masyarakat Sukabumi.

Barang Bukti yang berhasil diamankan Polisi berupa Hasil Screenshoot Postingan akun Facebook ZHA VSB, 1 (Satu) unit Hp Merk Samsung S Duos warna Hitam dan 1 (Satu) buah Akun nama Facebook ZHA VSB dengan email "nrdiansyahfahlevII@gmail.com" berikut kata sandi.

Tersangka berinisial N alias E (24), sedangkan saksi- saksi dalam kejadian postingan Foto dengan pemberitaan penculikan anak, sejumlah Enam Orang.

"Tersangka saat ini telah dilakukan penahanan dan dalam proses penyidikan lebih lanjut di Mako Polres Sukabumi Kota," terang Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo Condro S.H., S.I.K., M.Si. di sela acara.

Tersangka dijerat Pasal yang diterapkan, diantaranya Pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana "Pemberitaan Bohong menyebabkan keresahan", dengan ancaman hukuman penjara selama 10 (Sepuluh) tahun. Pasal 15 UU No 1 tentang 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana "Pemberitaan Palsu yang berlebihan menyebabkan keresahan", dengan ancaman selama 10 (Sepuluh) tahun.

Reporter : Diki/Dasep
Editor : Jack