Kunjungan Sandiaga Uno Ke Sukabumi, Rencananya Perluas Lapangan Pekerjaan

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Kunjungan Sandiaga Uno Ke Sukabumi, Rencananya Perluas Lapangan Pekerjaan

REDAKSI
Kamis, 29 November 2018



SUKABUMI - Cek Update
Kunjungan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno pasangan nomer urut 2 (Prabowo Sandi) ke salah satu Perusahaan Garmen (PT L&B) yang berlokasi di Jalan Raya Angkrong, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rencananya ke depan ingin memperluas lapangan pekerjaan.

"Kita melihat bagaimana industri yang menopang eksport dan membuka lapangan kerja ini menjadi harapan perekonomian kita ke depan," ungkap Sandiaga Uno kepada Awak Media disela kunjungannya. Kamis (29/11).

Selanjutnya kata Pria kelahiran Pekanbaru 28 Juni 1969 itu bahwa, semenjak 20 tahun lalu hingga saat ini, industri seperti ini contohnya tetap berkiprah dengan 2600 pekerja kurang lebih.

"Jadi nantinya di bawah kepemimpinan Prabowo Sandi, saya ingin mencoba menata ulang untuk menperluas produksi ekspansi. Dan saya juga sudah ada niatan membuka pabrik baru untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal," tuturnya.

Dengan demikian, Pria berdarah Gorontalo yang kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) terutama kepada kaum Milenial itu berharap, para pengusaha yang akan membuka lapangan kerja yang luas harusnya mendapat fasilitas dari pemerintah.

"Karena prodak yang dihasilkan bangsa kita tidak kalah oleh negara - negara lain. Bahkan kualitasnya jauh lebih baik. Dan itu yang kami yakini akan menjadi kekuatan kita," terangnya.

Lebih lanjut Pria yang pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa, untuk saat ini para pelaku usaha masih terkendala dengan perizinan yang memakan waktu cukup lama. Selain itu juga kata dia, infrastruktur ke Sukabumi sering macet.

"Oleh sebab itu karena pentingnya penyerapan tenaga kerja, jadi program kita ke depan akan pangkas birokrasi, dimana perizinan itu akan betul betul diproses dengan cepat. Dan kita tidak ingin ada simpang siaur serta tumpang tindih kewenangan, dan semestinya industri ini mendapat kemudahan karena niat mereka membuka lapangan pekerjaan," pungkasnya.

Reporter : Fa'is.