Maruarar: Mari Berpolitik Santun Bukan Berpolitik Genderuwo

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Maruarar: Mari Berpolitik Santun Bukan Berpolitik Genderuwo

REDAKSI
Selasa, 13 November 2018



CIANJUR - Cek Update
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI fraksi PDIP Maruarar Sirait meminta kepada tim pasangan kampanye calon Presiden dan wakil Presiden 2019.Untuk tidak melakukan praktik politik genderuwo.

Hal tersebut diungkapkan wakil rakyat yang kini akan bertarung kembali pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 dapil III Jawa-Barat Bogor Kota dan Kabupaten Cianjur ini, setelah makin maraknya oknum-oknum tim kampanye pasangan calon melakukan praktik politik hitam, berita hoaks dan ujaran kebencian kepada lawan pasangan calon.

Ara sapaan akrabnya mengatakan, seharusnya tim relawan kampanye masing-masing pasangan calon, lebih baik mengkampanyekan program unggulannya kepada rakyat dan negara dengan tujuan agar menarik simpatik para pemilih.Sehingga terciptanya politik yang lebih santun dan bijaksana.

"Jadi tolong kepada tim pasangan kampanye masing-masing untuk tidak melakukan politik hitam, berita hoax serta ujaran kebencian," tuturnya melalui sambungan teleponnya Selasa (13/11/2018).

Maruarar pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak termakan isu-isu berita hoaks melalui media sosial atau media resmi sekalipun, baik yang dilakukan oleh oknum dari tim kampanye pasangan Jokowi untuk menyerang pasangan Prabowo maupun dari oknum tim kampanye pasangan Prabowo menyerang  pasangan Jokowi.

"Kalau tim kampanyenya kedapatan melakukan politik genderewo atau penyebar hoaks saya meminta kepada pasangan Jokowi dan Prabowo untuk segera memecatnya dan saya harap harus berani menindaknya," paparnya.

Bahasa politik "Genderewo" sendiri sempat viral setelah Presiden Jokowi mengungkapkannya melalui Puisi beberapa waktu lalu,.sehingga mengundang berbagai tanggapan dari semua kalangan terutama dari kubu calon Prabowo-Sandi.

Presidem Jokowi menegaskan agar politik genderewo yang saat ini marak terjadi harus segera di hentikan.

Reporter : Dedy