Pemilik Wisata Taman Fanisa Ajak Warga Berdayakan Tanaman Organik

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Pemilik Wisata Taman Fanisa Ajak Warga Berdayakan Tanaman Organik

REDAKSI
Rabu, 28 November 2018



SUKABUMI - Cek Update
Pemilik tempat wisata Kolam Renang  Taman Fanisa Swimming pool yang berlokasi di Kampung Babakan Rt 011/04 Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ajak.warga berdayakan tanaman organik serta sosialisasi pembuatan Pupuk Organik.

"Kegiatan hari ini ialah sosialisasi terkait tanaman organik serta pembuatan Pupuk Organik yang kami gelar bersama tim penggiat Pipir Diurus (Pirus) yang ada di Kecamatan Bojonggenteng," ungkap Pemilik Wisata Kolam Renang Taman Fanisa Swimming Pool, Awan Kurniawan kepada Cek Update di sela acara. Rabu (28/11).

Menurut Pria kelahiran 1983 itu, tujuan digelarnya sosialisasi organik ini untuk lebih meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. "Oleh karena itu hari ini kami menghadirkan Narasumber dari Bandung, Triska Raharjo selaku Narasumber serta pak Tonton sebagai motivator dari komunitas pecinta lingkungan," tuturnya.

Selanjutnya kata Ayah Dua Anak itu, di lokasi Taman Fanisa sendiri ke depan ia akan menyuguhkan wisata air dengan alam pesawahan dan pegunungan dirinya juga menyuguhkan Wisata Organik.

"Jadi nantinya selain pengunjung dapat menikmati wisata air mereka juga kami sajikan wisata tanaman organik. Dan kurang lebih disini kami sediakan 5000 meter lahan untuk ditanam berbagai macam sayuran," terangnya.

Sementara penggiat program Pirus, Cecep Badrudin (42) atau yang akrab disapa Cecep Pirus menambahkan bahwa, kurang lebih program tersebut sudah berjalan sekitar 1 tahun. "Dan saya rasa ini bisa mengurangi beban masyarakat, dengan cara menyetorkan prodak hasil tanamannya melalui kordinator pirus di wilayah masing - masing, kemudian nantinya dicatat dan dibayar setiap 1 bulan sekali," tambahnya.

Kemudian kata Cecep, sistem pembayarannya sendiri nantinya dibayarkan melalui barang yang menjadi kebutuhan masyarakat.

"Jadi pembayarannya cukup beragam, ada yang dibayar dengan Pulsa Token Listrik, Buku Sekolah, Seragam Sekolah serta apa saja yang berbentuk kebutuhan masyarakat. Artinya melalui pirus ini satu poin permasalahan masyarakat bisa terselesaikan. Yang biasanya mereka setiap bulan harus beli Token Listrik kini sudah enjoy karena hanya bayar dengan hasil tanamannya saja," tegasnya.

Reporter : Fa'is