Polresta Sukabumi Berhasil Ungkap Prostitusi Online

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Polresta Sukabumi Berhasil Ungkap Prostitusi Online

REDAKSI
Senin, 19 November 2018



SUKABUMI - Cek Update
Dua pelaku yakni WS alias Papih (42) warga Bogor dan USD alias J (40) warga Baros Sukabumi bersama 10 orang perempuan yang diduga diperdagangkan melalui prostitusi online melalui media twitter berhasil diamankan Tim Cyber Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi Kota.

Jajaran Kepolisian Polresta Sukabumi mengetahui prostitusi online tersebut melalui akun twitter bernama Escort 0266 ke 2 dengan alamat @sukabumiasyik yang telah digunakan pelaku untuk menjaring pria hidung belang.

Pihak Kepolisian menemukan dari timeline akun tersebut terlihat komunikasi aktif antara admin (para pelaku,-red) dengan akun-akun lain yang diduga merupakan pelanggan di akun tersebut.

Menurut Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo Condro menuturkan bahwa sebelumnya Tim Patroli Cyber mendapat informasi akun dengan muatan konten negatif dan pornografi. " Setelah dilakukan pengecekan  profiling akun pelaku, Kami akhirnya dapat mengungkap siapa saja orang dibalik akun tersebut, " terang Kapolresta Sukabumi disela Konferensi Pers yang digelar di depan Mako Polres Sukabumi Kota, Senin (19/11/18).

Tak hanya itu anggota Polisi pun menyamar langsung untuk mengungkap fakta adanya aksi prostitusi dibalik akun itu. " Pelaku WS als Papih bertindak sebagai admin akun twitter sekaligus mencari pelanggan, sementara USD alias J bertugas mencari pria hidung belang dan mengantarkan mereka untuk bertemu perempuan yang sudah di siapkan, " jelasnya.

AKBP Susatyo pun menambahkan bahwa peran serta Papih selain menjadi admin twitter dirinya pun menyewakan kamar kost-kost an nya untuk digunakan sebagai tempat mesum (esek-esek) usai mendapatkan pelanggan (pria hidung belang). " Selain kedua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, 10 orang perempuan pun ikut diperiksa namun statusnya masih sebagai saksi, " bebernya.

Kini Kedua pelaku tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan  dijerat dengan Pasal 4 ayat (1) Jo. Pasal 29 dan atau pasal 4 ayat (2) Jo. Pasal 30 UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 27 ayat (1) Jo. 

" Selain beberapa pasal tersebut para telaku pun di jerat dengab Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 ttg Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 ttg ITE dan/atau pasal 296 KUHP dan/atau pasal 506 KUHP, " pungkasnya.

Reporter : Dasep
Editor : Jack