PT MPM Tegaskan Lahan HGU Miliknya Seluas 1020 Hektar Bukan Tanah Terlantar

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

PT MPM Tegaskan Lahan HGU Miliknya Seluas 1020 Hektar Bukan Tanah Terlantar

REDAKSI
Jumat, 30 November 2018




CIANJUR - Cek Update
PT Maskapai Perkebunan Mulia (MPM), perusahaan perkebunan teh yang terletak di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa-Barat, menegaskan bahwa lahan Hak Guna Usaha (HGU) miliknya seluas 1020 hektar bukanlah tanah terlantar.

Tanah tersebut tersebar di tiga desa diantaranya, Desa Batulawang Kecamatan Cipanas seluas 968 hektar, Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet seluas 52 hektar serta Desa Cibadak Kecamatan Sukaresmi seluas 10 hektar.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum PT MPM Ariano Sitorus bahwa, tanah tersebut bukanlah lahan terlantar dan dirinya meminta kepada pihak yang tak bertanggung jawab agar segera menghentikan segala aktivitas jual belinya di tanah HGU milik PT MPM.

"Seperti diketahui, HGU PT MPM pemegang saham sebelumnya adalah keluarga Probo Sutedjo, namun berpindah tahun 2012 ke Fortune Sky Enterprise Corporarion dan Alam Raya Hijau," tuturnya kepada para awak media saat konferensi pers  kemarin. Kamis (29/11/2018).

Ariano mengatakan, pernyataan tersebut ia tegaskan kembali karena pihaknya telah mendapatkan Informasi bahwa ada sebuah lembaga keagaman saat ini ingin melakukan kegiatannya di atas lahan milik PT MPM.

"Jadi kami memiliki bukti hukum yang kuat dari Kementrian Agraria bahwa objek HGU milik PT MPM belum dinyatakan sebagai tanah terlantar," paparnya.

Ariano menyayangkan, jika selama ini masih ada orang atau pihak yang masih mau membeli tanah berstatus HGU tanpa di lampirkan surat kepemilikan atau bukti hukum lainnya. "Karena menurut saya jual beli tanah itu ada aturan hukumnya, jadi jangan mau di iming-imingi oknum penjual tanah, kalau tanah HGU ini sudah terlantar," terangnya.

Diakuinya dia terkait adanya teguran yang sempat ditujukan kepada pihak PT MPM dari BPN Kanwil Jawa Barat selama tiga kali, pihaknya menyatakan Perusahaannya langsung melakukan pembenahan lahan.

"Dalam proses pembenahan ini kami sudah melakukan pembinaan kepada 320 petani dan mulai melakukan sterilisasi kawasan perkebunan.agar proses pembenahan bisa sesuai harapan kami," tukasnya.

Reporter : Dedy.