BNNP Jabar Sinergikan Pemberantasan Narkoba Dengan Instansi Daerah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

BNNP Jabar Sinergikan Pemberantasan Narkoba Dengan Instansi Daerah

REDAKSI
Jumat, 07 Desember 2018



CIANJUR - Cek Update
Puluhan peserta dari perwakilan berbagai Dinas di wilayah satu Jawa Barat mendapatkan pemaparan informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti menjelaskan, desiminasi lintas sektoral dalam  P4GN, yang bertajuk 'Peran Serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kota dalam mendukung rencana aksi daerah tentang bidang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Jadi kami harus berkolaborasi dengan seluruh instansi Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan P4GN. Apalagi di daerah Jabar yang sangat luas, dengan angka yang cukup tinggi 1,83 % dari usia 10 sampai dengan 59 tahun tentunya sangat besar bagi Jawa Barat itu tidak bisa dilakukan oleh BNNP sendiri," paparnya kepada Cekupdate saat di komfirmasi usai kegiatan kemarin Kamis (6/12/2018).

Tri mengatakan, kegiatan ini diharapkan bagi seluruh instansi yang hadir di enam Kabupaten atau kota wilayah satu, bisa sama-sama mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6. Kemudian, di sisi lainya pun harus bisa melaksanakannya. Seperti, sisi pencegahan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan ada pemberantasan.

"Empat hal inilah yang harus kita sama-sama kerjakan di masing-masing Pemerintah Daerah dan saling bersinergi dengan instansi yang ada dilampiran Inpres tersebut juga sudah jelas," terangnya

Tri menjelaskan,implementasi Inpres tersebut berlaku dari mulai diterbitkannya pada 28 Agustus 2018. Dan kemudian dilanjutkan nanti 2019 dengan hanya beberapa bulan lagi.

"Kita intensifkan dan berkolaborasi dengan berbagai instansi. Karena nantinya diharapkan bisa didukung dan bersepakat dengan program P4GN nanti, para instansi bisa mensupport dalam pencegahan narkoba, yang ditunjang oleh instansi," paparnya.

Menurutnya penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jawa Barat sendiri sudah menunjukan angka penurunan. Dari sebelumnya 2,25% menjadi 1,87% yang menurutnya ini cukup signifikan.Bahkan lembaga rehabilitasi di Pemprov Jabar pun cukup banyak dan besar di atas 90%.

"Jadi memang banyak cara, banyak penggunanya juga. Tetapi yang terpenting bagaimana bisa mensinergikan antara seluruh komponen masyarakat ini untuk lebih mengurangi angka prevalensi di Jawa Barat," tandasnya.

Reporter : Dedy