Delapan Jam KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Cianjur

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Delapan Jam KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Cianjur

REDAKSI
Sabtu, 15 Desember 2018



CIANJUR - Cek Update
Usai di tetapkan sebagai tersangka Bupati Cianjur Irvan Rivano Mucthar, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur, Kantor Bupati Cianjur dan rumah kediaman Bupati Cianjur yang ada di Kecamatan Campaka .Sabtu (15/12/2018).

Penggeledahan tersebut guna melengkapi berkas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar , Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan  Cecep Sobadi dan Kepala Bidang (Kabid) SMP Rosidin.Atas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus ( DAK ) dinas pendidikan tahun 2018.

Pantauan dilapangan Cekupdate.com sedikitnya ada sembilan orang penyidik KPK lengkap dengan pakaian rompi KPK, melakukan penggeledahan sekitar pukul 09 : 00 WIB hingga pukul 19 : 00 WIB.
Hasilnya selama proses penggeledahan ada delapan kardus dan satu tas koper berisi berkas yang berhasil di amankan oleh para penyidik anti rasuah tersebut.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Asep Saepurohhman mengatakan,ada tiga ruangan yang hari ini digeledah oleh penyidik KPK pasca OTT KPK terhadap mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tersebut yakni ,ruangan Kadis,Kabid SMP dan ruangan Sekdis.

" Berkas-berkas yang di amankan oleh para penyidik KPK dari mulai berkas pengajuan profosal maupun berkas yang berkaitan tentang berita acara pencairan 140 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mendapatkan bantuan DAK tahun 2018, " tuturnya kepada Cekupdate saat di konfirmasi usai penggeledahan. Sabtu (15/12/2018).

Asep menjelaskan,usai melakukan penggeledahan di tiga ruangan,kunci-kunci pintu ruangan yang sebelumnya sempat di sita sebagai barang bukti oleh KPK.Kini di kembalikan lagi ke pihaknya.

"Berita acara penyerahan kunci ruangan sudah di kembalikan lagi oleh KPK barang kali untuk kemudahan kami untuk bekerja lagi seperti biasa, " jelasnya.

Menanggapi kasus yang menjerat para atasannya Asep menegaskan,pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada para penyelidik KPK.

" Kasus ini sepenuhnya kepada KPK,karena ini semua sudah menjadi wewenangnya untuk menyelidiki kasus DAK ini,termasuk ada beberapa sekolah SMP yang mangkrak pembangunannya," tukasnya.

Reporter : Dedy