Diduga Longsor Akibat Proyek Galian Pipa PDAM, Warga Protes Minta di Perbaiki

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Diduga Longsor Akibat Proyek Galian Pipa PDAM, Warga Protes Minta di Perbaiki

REDAKSI
Kamis, 06 Desember 2018



SUKABUMI - Cek Update
Diduga longsor akibat proyek galian Pipa  milik Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) atau yang dikenal dengan sebutan PDAM yang berlokasi di Kampung Cidahu Babadak Rt 16/05 Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, di protes warga dan minta longsor tersebut diperbaiki pihak terkait.

Pasalnya warga khawatir ketika longsor tersebut di biarkan akan terus melebar, sehingga dapat mengganggu arus kendaraan yang melewati lokasi tersebut.

"Saya minta longsor ini segera di perbaiki, karena menurut saya ini dampak pengerjaan proyek galian pemasangan pipa PDAM yang di kerjakan dua bulan silam," ungkap warga sekitar, Ujang Jalil Kepada Cek Update. Kamis (06/12).

Menurut Pria kelahiran 1972 itu bahwa, longsor tebing setinggi tiga meter kurang lebih itu akibat pemadatan bekas galiannya tidak maksimal. "Akhir ketika musim hujan tiba air itu masuk melalui celah - celah lobang karena tidak padat, akibatnya terjadilah longsor. Karena sepengetahuan saya hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, meskipun terus diguyur hujan," ketus Ujang Jalil dengan nada kesal.

Selanjutnya kata Pria yang akrab di sapa Daseng itu bahwa, dirinya sudah menginformasikan ke pihak Kecamatan serta ke Direktur Teknis  (Dirtek) PDAM Sukabumi prihal kejadian tersebut melalui Whatshapp.

"Dan Pak Camat langsung respon, kemudian langsung memerintahkan Satpol PP untuk meninjau ke lokasi. Selanjutnya ia akan melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait. Kemudian pihak Dirtek PDAM sendiri, pak Iyus juga berterimakasih atas info yang saya berikan dan akan segera di lakukan peninjauan. Karena khawatir itu bisa melebar dan harus segera diantisipasi katanya," papar Daseng.

Dengan demikian Ketua OKP Pemuda Pancasila (PP) tingkat Kecamatan itu berharap, kepada pihak terkait agar bekas galian Pipa PDAM di pinggir jalan Kabupaten itu dengan panjang 20 meter kurang lebih serta tinggi 3 meter itu bisa segera ditangani.

"Tebing tersebut bisa dipasang Talud atau Tembok Penahan Tanah (TPT) serta atasnya di plester agar serapan air tidak masuk. Dan saya rasa itu akan aman dan kokoh kedepannya tidak akan terjadi longsor," pungkasnya mengakhiri.

Reporter : Fa'is