Komunitas Kaki Daun Mengecam Konversi Kelapa Sawit di Kecamatan Parakansalak

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Komunitas Kaki Daun Mengecam Konversi Kelapa Sawit di Kecamatan Parakansalak

REDAKSI
Rabu, 19 Desember 2018




SUKABUMI - Cek Update
Komunitas Kaki Daun mengecam rencana pembukaan lahan dari ekspansi perkebunan kelapa sawit dan alih fungsi tanam dari Teh ke Kelapa Sawit di PTPN Kebun Parakansalak Kabupaten Sukabumi yang diduga nantinya menimbulkan dampak negatif yaitu dampak langsung dan dampak tidak langsung.

Kaki Daun menduga dampak negatif langsung dari perkebunan kelapa sawit skala besar khususnya ekologi, ekonomi, sosial, budaya, konflik lahan dan sumber daya agraria, pencemaran lingkungan, pemanasan global, kerentanan pangan, pencemaran air, tanah dan udara.

"Dampak ekologi pengembangan dan perluasan perkebunan kelapa sawit merupakan proses konversi atau alih fungsi dan bentuk tanam yang merubah bentang alam lahan yang luas sehingga menyebabkan kerusakan 
fungsi dan jasa lingkungan, " ungkap Korlap Kaki Daun Parakansalak, Cepi Rediansyah.

Selain itu Cepi pun menilai dampak ekonomi perubahan bentang alam terutama hutan, lahan, badan air, danau dan sungai menutup, membatasi dan mengurangi kemampuan dan akses masyarakat adat, perdesaan dan petani dalam meneruskan dan memelihara anugrah alam yang selama ini menjadi alat dan faktor yang menjadi sumber mata pencharian, pangan dan papan mereka.

"Kerentanan pangan terutama masyarakat adat dan perdesaan berkurang baik mutu dan jumlahnya dengan semakin terbatasnya lahan pertanian dan sumber agraria akibat himpitan dan tekanan perluasan serta penguasaan oleh perkebunan kelapa sawit, " cetusnya.

Sementara itu menurut Ketua Komunitas Kaki Daun, Saepul Rohman saat di hubungi Cek Update menuturkan, kedepannya konversi tersebut dapat menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah bersumber dari aktifitas pembukaan lahan perkebunan seperti erosi dan 
sedimentasi, pembakaran lahan dan hutan, penggunaan bahan kimia pertanian yang bersumber dari pestisida dan herbisida berbahaya, beracun dan sangat mematikan oleh kebun sawit.

"Dampak-dampak tidak langsung lainnya adalah buruknya tata kelola, sistem dan pranata hukum, dan lemahnya keinginan politik, komitmen kelembagaan dan kapasitas pemerintah dalam penegakkan hukum, " terangnya, Rabu (19/12/18).

Dalam mengendalikan dampak perkebunan dan industri kelapa sawit termasuk menjamurnya korupsi, kolusi dan nepotisme, kabut asap, eksploitasi buruh, pekerja anak, perdagangan manusia, penghindaran pajak, 
ketidak-adilan gender, pelanggaran hak buruh, hak asasi manusia.

"Untuk itu kami meminta adanya peninjauan ulang oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menyikapi konversi Kelapa Sawit di Kecamatan Parakansalak, sesuai dengan Intruksi Presiden (INPRES) Nomor 8 TAHUN 2018 Tentang Penundaan Dan Evaluasi 
Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit, " pungkasnya.

Reporter : Jack