Minimalisir Dampak Bencana BPBD Cianjur Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Minimalisir Dampak Bencana BPBD Cianjur Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana

REDAKSI
Minggu, 16 Desember 2018



CIANJUR - Cek Update
Guna mengurangi dampak bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melakukan sosialisasi penanggulangan.

Dalam kunjungan tersebut Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama BNPB, Zaenal Arifin mengatakan, perubahan paradigma dari tanggap darurat menjadi siaga bencana, bahwa bencana tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja. Tetapi, juga bisa diantisipasi kejadian bencana, korban dan diminimalisir dampaknya.

"Edukasi bencana sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada mitigasi bencana, dan diharapkan dengan sosialisasi ini para peserta dapat menambah pengetahuannya dibidang bencana dan selalu siap dalam menghadapi bencana, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat evakuasi terjadi," paparnya saat di komfirmasi awak media baru-baru ini Minggu (16/12

Zaenal mengatakan,Potensi bencana di Indonesia yang paling tinggi salah satunya adalah di Kabupaten Cianjur. Hingga bencana di negeri ini merupakan prioritas nasional yang memang perlu dilakukan kegiatan seperti ini.

"Bencana itu kan datangnya secara tiba-tiba. Kita tidak bisa memprediksinya. Maka dari itu dengan adanya hal seperti ini, masyarakat minimal bisa tau titik-titik mana yang rawan bencana, dan potensi bencana itu akan terjadi," jelasnya.

Diakuinya Zaenal ,selama akhir 2018 ini sudah terjadi sekitar 1399 kejadian bencana di Jawa Barat. Menurut Zaenal, dalam hal ini sebetulnya Pemerintah Daerah lah yang harus lebih tanggap dan menangani bencana di daerahnya masing-masing.

"Karena pertanggungjawaban bencana itu seharusnya kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Terutama Pemdanya itu sendiri yang harus peduli kepada masyarakat. Apalagi Cianjur ini adalah kabupaten yang paling tinggi potensi bencananya," tukasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII Diah Pitaloka mengatakan, sebagai Anggota DPR RI pihaknya ingin membangun dan lebih konsen dalam bidang pendidikan tanggap bencana alam di Kabupaten Cianjur.

"Kalau bisa ada kelas bencana di masing-masing sekolah dan pesantren yang ada di Kabupaten Cianjur," Kata Diah.

Diah menerangkan, secara kabinet umum di Indonesia, di daerah rawan bencana BNPB semestinya dibuatkan sejenis posko logistics, ataupun kampung siaga.

"Kita belum punya mobil tanki air dan komunikasi juga di beberapa daerah belum begitu baik. Juga secara umum dan peralatan lain-lainnya, itu menjadi salah satu catatan bagi kami di Anggota DPR RI," paparnya.

Lanjut Diah,sebagai Anggota DPR, memang ada undang-undang yang membuat BNPB geraknya agar lebih maksimal. Hal tersebut bisa menjadi salah satu aspirasi untuk anggota dewan sehingga kinerja BNPB bisa lebih baik.

"Undang-undang maupun peraturan terkait anggaran dan lain-lain khususnya BNPB, kita bisa sama-sama perbaiki agar lebih maksimal," pungkasnya.

Reporter : Dedy