Pengerukan Lahan Diduga Tak Kantongi Izin, Kasi Pol PP Kecamatan Parungkuda Geram

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Pengerukan Lahan Diduga Tak Kantongi Izin, Kasi Pol PP Kecamatan Parungkuda Geram

REDAKSI
Sabtu, 01 Desember 2018



SUKABUMI - Cek Update
Pengerukan lahan yang akan digunakan perkebunan Alpukat diduga tak berizin, di lahan seluas sekitar lima hektar di Kampung Pondokkaso Rt 01 RW 2 Desa Babakan Jaya Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi akhirnya didatangi Satpol PP Kecamatan Parungkuda.

Petugas memastikan pengerukan lahan dengan menggunakan alat berat diduga belum mengantongi izin, pasalnya Satpol PP Kecamatan Parungkuda pun Geram serta sempat menanyakan izin terhadap pengelola namun sampai saat ini pihak pengelola belum memperlihatkan bukti Perizinan yang di keluarkan oleh Intansi terkait.

"Kami pihak Satpol PP Kecamatan Parungkuda sempat menghentian pengerukan setelah pihak kami langsung mendatangi lokasi pengerukan tersebut, " ungkap Kasi Polisi Pamong Praja Kecamatan Parungkuda, Udin Saprudin kepada Cek Update di ruangan kantornya, Jum'at (30/11/18).

Dirinya pun akan memastikan apabila pihak pengelola belum mengantongi izin akan menghentikan aktivitas pengerukan lahan tersebut. " Karena hal tersebut sudah melanggar Perda Sukabumi No 8 Tahun 2013 tentang izin lokasi, " terangnya.



Tak hanya itu Kasi Pol PP Kecamatan Parungkuda pun menegaskan selain melanggar Perda No 8 Tahun 2013 pihak pengelola pun sudah melanggar Perda No 6 Tahun 2010 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Serta kondisi pagar beton yang di buat pengelola sudah menabrak Perda tentang IMB, pagarnya pun terlalu berdekatan dengan jalan, " cetusnya.

Dirinya pun sempat menyampaikan kepada penjaga lahan tersebut (Kasbul) untuk menghubungi pemilik lahan agar secepatnya mengurus perizinan serta memindahkan pagar yang terlalu depan kejalan.

"Ya, menurut penjaga lahan bahwa pemiliknya akan menanam buah Alpukat dilokasi, walaupun demikian saya tegaskan bahwa pemilik lahan tersebut harus secepatnya menurus perizinannya, " pungkas Kasi Pol PP.

Reporter : Jack