Deadlock, Musyawarah Warga Tenjojaya dan Pihak Peternakan Bakal di Jadwal Ulang

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Deadlock, Musyawarah Warga Tenjojaya dan Pihak Peternakan Bakal di Jadwal Ulang

REDAKSI
Rabu, 30 Januari 2019



SUKABUMI - Cek Update
Berawal dari penolakan warga terhadap polusi dan lalat dampak dari peternakan ayam yang berada di wilayah Kampung Cikuya RW 11, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya Pemdes Tenjojaya melakukan musyawarah antara warga dan pihak peternakan.

Pertemuan antara warga Kampung Cikuya RW 5 dan RW 11 di aula Desa Tenjojaya yang dihadiri oleh Muspika Cibadak itu, belum mendapatkan kesepakatan. Hanya saja baru menampung aspirasi dari warga sekitar.

Menurut Cepi Yuliana (36) salah satu warga mengatakan, dari musyawarah yang dilaksanakan di aula Desa tersebut warga baru menyampaikan tuntutan kepada pihak peternakan. Adapun tuntutannya, Pihak perusahaan harus memberikan data kepada pihak Muspika Cibadak sebagai bahan kajian ulang terkait perizinan, setelah data diterima dan dikaji ulang maka akan diadakan kembali untuk menentukan kesepakatan dengan warga sekitar perusahaan.

"Tadi pun, warga meminta pihak kandang atau peternakan kooperatif dengan warga sekitar (ramah) terutama kepala kandang," ungkapnya.

Kata ia, akibat serangan lalat dari peternakan ada produk UKM warga sekitar yaitu produksi gula aren (gula merah, -red) mengalami kerugian akibat diserang lalat, ada juga anak-anak terkena diare namun penyebabnya belum bisa disebutkan. Pasalnya, petugas kesehatan belum mengecek langsung.

"Pengolahan gula milik warga ada yang diserang lalat, sekitar 300 Kg tidak bisa terjual karena banyak lalat dan akhirnya dibuang," katanya.

Ditempat yang sama, Kades Tenjojaya, Jamaludin Azis menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi keluhan warga Desa Tenjojaya dan mempertemukan dengan pihak peternakan ayam untuk medapatkan solusi terbaik. 

Namun, ketika ditanya terkait perizinan keberadaan peternakan ayam, dirinya belum mengetahui, ia masih menunggu data dari pihak peternakan.

"Tadi dilaksanakan musyawarah. Namun belum ada hasil, kemungkinan akan dijadwalkan ulang," tukasnya.
Reporter : S Ramdani (Chandra)