Dinkes Cianjur Sosialisasikan Bahaya Penularan HIV/AIDS Di SMAN 1 Sukaresmi

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Dinkes Cianjur Sosialisasikan Bahaya Penularan HIV/AIDS Di SMAN 1 Sukaresmi

REDAKSI
Senin, 07 Januari 2019



CIANJUR-Cek Update Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa-Barat terus menggencarkan sosialisasi bahaya virus HIV/AIDS ke sekolah-sekolah guna memberi pemahaman tentang penyakit berbahaya ini kepada kalangan pelajar.

Kali ini Dinkes Cianjur menyambangi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sukaresmi yang berada di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi,Cianjur.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur mengatakan,pentingnya penanganan dini bahaya penyakit HIV/AIDS yang dikhawatirkan penyebarannya semakin hari,semakin meluas.

"Kami terus akan mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS ini,alhamdulilah siswa-siswi SMAN 1 Sukaresmi ini sangat semangat dan antusias terkait penerangan atau sosialisasi yang kami sampaikan tadi," tuturnya kepada Cekupdate usai kegiatan Senin (7/1/2019).

Eva mengatakan,dalam kesempatan tersebut pihaknya dihadapan ratusan siswa menyampaikan beberapa aspek,seperti bagaimana caranya agar tidak terjadi perilaku menyimpang dan gaya hidup lain yang mana bisa berdampak negatif.

"Tidak lupa penangannya juga harus berbarengan dan saling bersinergi dengan pihak sekolah dan masyarakat sekitar," terangnya.


Eva menambahkan,pihaknya menghimbau sekaligus menyarankan kepada pihak sekolah kedepanan agar membentuk forum atau perkumpulan siswa-siswa yang peduli terhadap bahaya HIV/AIDS dengan tujuan memimalisir penyebaranya.

"Minimal satu sekolah ini ada satu forum dengan tujuan saling mengingatkan kepada siswa agar berperilaku yang lebih baik lagi," paparnya.

Sementara itu,Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sukaresmi Jarwoto menuturkan,apa yang usulkan Dinkes Cianjur tentang harus adanya suatu wadah atau forum yang bertujuan memantau perilaku siswa di sekolah.Pihaknya sangat mengapresiasi dan akan segera membentuk forum tersebut.

"Usulan itu kami akan segera rencanakan denga segera membentuk organisasi sekolah di luar Osis,jadi nanti biar jelas struktur forum tersebut," terangnya.

Jarwoto menambahkan,sementara untuk mengantisipasi perilaku menyimpang para muridnya,pihaknya berjanji akan terus memantau siswa-siswa yang diduga terindikasi berbuat negatif.

"Kalau untuk penangannya akan ditindaklanjuti oleh bimbingan konseling,dan jika terbukti melanggar perilaku menyimpang maka murid tersebut akan kita tindak berupa di keluarkan dari sekolah," tukasnya.

Reporter : Dedy