Enggan Keluarkan Pesangon PT Laxmirani Kelabui Ratusan Buruh

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Enggan Keluarkan Pesangon PT Laxmirani Kelabui Ratusan Buruh

REDAKSI
Selasa, 29 Januari 2019



SUKABUMI - Cek Update
Diduga enggan mengeluarkan pesangon PT Laxmirani Mitra Garmindo yang berlokasi di Jalan alternatif Tenjo Ayu Desa Tenjo Ayu, kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, memberhentikan ratusan karyawan secara sepihak (PHK) dengan alasan pura - pura Wanprestasi atau bangkrut. Akibatnya ratusan buruh berunjuk rasa meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan.

Para buruh menuntut kejelasan hak mereka lantaran diberhentikan secara sepihak. Selain itu juga karyawannya mengetahui bahwa perusahaan itu hendak tutup karena tergerus proyek Tol Bocimi, dan di sinyalir pabrik tersebut juga sudah membuka cabang di Daerah Solo Jawa Tengah.

"Aksi hari ini adalah aksi lanjutan dari tanggal 17 lalu. Sebetulnya pada saat itu sudah ada kesepakatan bahwa mereka akan mengabulkan hak karyawan," ungkap Ketua Aliansi Buruh Sukabumi Bergerak (Busur)  Didi Rustandi kepada Cekupdate di lokasi. Selasa (29/01).

Menurutnya, dirinya mendapat informasi bahwa perusahaan ini sudah membuka cabang di Solo, namun sayangnya mereka tidak transparan malah pura - pura bangkrut. "Kemudian dalam aksi lanjutan ini tuntutan kami masih sama, yaitu bagaimana nasib 240 karyawan yang di PHK secara tidak jelas serta ratusan karyawan yang masih dipekerjakan lainnya. karena mereka semua punya hak," kata Didi.

Selanjutnya kata dia, meskipun perusahaan beralibi bahwa mereka semua itu karyawan kontrak. "Tetapi ketika kontrak tersebut terus menerus dilakukan selama beberapa tahun, itu sudah batal dan menyalahi pasal 59 undang undang nomer 13 tahun 2003 tentang Perjanjian Kerja dalam Waktu Tertentu (PKWT) karena sejatinya masa kerja mereka itu berpariasi. Ada yang 10 tahun, 12 tahun bahkan 13 tahun," jelasnya.

Lebih lanjut kata Didi, sementara dalam amar kesepakatan kemarin bahwa, perusahaan akan mengabulkan hak karyawan manakala perusahaan tersebut tutup. "Namun sayangnya sampai hari ini hak - hak karyawan itu belum diberikan," tegasnya.

Dengan demikian kata dia, seandainya belum ada keputusan maka para buruh akan terus melakukan aksi unjuk rasa. "Dan kami meminta kepada pemerintah khususnya bidang pengawasan ketenaga kerjaan harus pro aktif menyikapi permasalahan ini, karena rata - rata perusahaan padat karya yang ada di Sukabumi khusunya menerapkan aturan PKWTnya itu tidak jelas," pungkasnya.

Reporter : Fa'is