Nasib Ratusan Buruh PT Sentosa di Cicurug Terancam

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Nasib Ratusan Buruh PT Sentosa di Cicurug Terancam

REDAKSI
Senin, 21 Januari 2019



SUKABUMI - Cek Update
Ratusan Buruh PT Sentosa Utama Garmindo berlokasi tepatnya di jalan alternatif Kampung Caringin karet Rt 04/03, Desa Nyangkowek, kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kurang lebih berjumlah 800 orang karyawan kini terancam statusnya tidak jelas, pasalnya ratusan buruh tersebut selain tidak diberi upah oleh pihak perusahaan, juga tidak dipekerjakan kembali sejak tanggal 15 Januari lalu.

Berdasarkan pantauan Cekupdate di lokasi, terlihat ratusan karyawan berkumpul di halaman pabrik, mereka menuntut pihak perusahaan segera membayar gaji yang dijanjikannya dibayar hari ini.

Ketua Gabungan Serikat Buruh Independent (GSBI) Sukabumi Dadeng Najarudin menyampaikan bahwa, GSBI hadir untuk menolong ratusan buruh yang sedang memperjuangkan haknya sebagai karyawan. "Dan mengenai keterlambatan pembayaran gaji ini hampir setiap bulan terjadi di PT Sentosa," ungkapnya saat dihubungi Cekupdate. Senin (21/01/2019).

Menurut dia, hampir setiap bulan karyawan mogok kerja lantaran gajinya belum dibayar. "Bahkan apabila terjadi keterlambatan gaji, pihak perusahaan justru malah meliburkan karyawan seperti yang terjadi saat ini, sejak tanggal 15 Januari lalu karyawan di liburkan dengan alasan tidak jelas. Dan perusahaan berjanji akan membayar gaji pada tanggal 21 hari ini, namun sayangnya gaji tersebut belum diterima karyawan hingga saat ini," ketusnya.

Selanjutnya kata Dadeng, dengan kondisi buruh seperti ini yang paling menyedihkan sikap pihak pemerintah bidang ketenagakerjaan hingga saat ini belum merespon apa yang terjadi di PT Sentosa.

"Padahal kita sudah melakukan audensi dengan pihak Disnakertrans kabupaten Sukabumi terkait masalah nasib karyawan Sentosa, dan saat itu pihak disnaker berjanji akan melakukan langkah - langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun sayangnya sampai saat ini tidak terbukti malah terkesan mengabaikan," pungkas Dadeng dengan nada kesal.

Dan hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan (PT Sentosa Utama Garmindo) belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

Reporter : Fa'is