Orang Tua Keluhkan Banyaknya Pungutan di SMPN 1 Sindangbarang

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Orang Tua Keluhkan Banyaknya Pungutan di SMPN 1 Sindangbarang

REDAKSI
Kamis, 10 Januari 2019



CIANJUR - Cek Update 
Sejumlah orangtua murid yang anaknya bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sindangbarang Kecamatan Sindangbarang,Kabupaten Cianjur. Mengeluhkan adanya pungutan sewa Gedung dan fasiltas komputer sebesar Rp.100.000 per siswa.

Sebut saja Zaenal, salah satu orang tua murid SMPN 1 Sindangbarang menuturkan, meski banyak orang tua siswa yang merasa keberatan tentang pungutan tersebut, namun pihak sekolah kekeuh membebani iuran tersebut dengan dalih untuk kelancaran nanti menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Beberapa hari yang lalu orang tua murid memang sempat rapat dengan sekolah dan komite prihal UNBK akan dibebankan biayanya ke siswa sebesar Rp 100 ribu,katanya uang tersebut buat sewa gedung dan komputer yang di pinjam dari SMAN 1 Sindangbarang," ungkapnya saat di konfirmasi di kediamannya baru-baru ini. Kamis (10/1/2019).

Zaenal memaparkan, jika pihak sekolah tidak hanya memungut uang UNBK saja, untuk pembelian sebuah kursi dan meja sebanyak 120 unit yang sebelumnya kata pihak sekolah sempat hilang, pengadaan nya kembali dibebankan kepada orang tua siswa sebesar Rp 150 ribu/siswa untuk kelas 7 dan 8 .Sementara untuk kelas 9 sendiri dibebankan sebesar Rp 230 ribu/siswa.

"Alasannya sih meja dan kursinya hilang jadi kami semua orang tua murid harus di bebani lagi membayar kursi dan meja untuk sekolah anak kami," bebernya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Sindangbarang, Etang Rohadi mengakui, jika sekolah yang baru dia pimpin satu tahun yang lalu, telah membebani iuran kepada orang tua siswa guna untuk kegiatan UNBK nanti.

"Memang saya sudah pikirkan sebelumnya dan mendapat arahan juga dari Sub Rayon, dengan jumlah peserta UNBK 206 siswa, sedangkan fasilitas komputer tidak ada," akunya.

Namun Etang berdalih, jika pungutan tersebut sudah melalui kesepakatan bersama antara orang tua murid, sekolah yang juga di ketahui langsung oleh komite sekolah.

"Bahkan di waktu rapat,komite sendiri sempat memberikan pertanyaan kepada para orang tua jika ada yang keberatan tentang iuran ini," paparnya.

Etang menambahkan, sementara untuk iuran bangku dan kursi sekolah yang juga dibebankan kepada orang tua siswa. Dia beralasan, bahwa praktek pungutan tersebut. Sebelumnya sudah di rapatkan dengan komite hingga menghasilkan kesepakatan.

"Kalau lapor polisi prihal bangku dan kursi yang hilang saya khawatir urusannya takut panjang, makannya saya punya gagasan ini dan di sampaikan kepada komite besaran pungutannya hingga komite pun menyetujuinya," pungkasnya.


Reporter : Dedy