Hasil Mediasi "Deadlock" Warga Ancam Kerahkan Massa Serbu PT CDB

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Hasil Mediasi "Deadlock" Warga Ancam Kerahkan Massa Serbu PT CDB

REDAKSI
Senin, 25 Februari 2019



SUKABUMI - Cek Update
Hasil mediasi antara warga setempat dengan pihak perusahaan garmen PT Cipta Dwi Busana (CDB) yang berlokasi di Desa Pondokaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang di fasilitasi Muspika Cidahu tidak membuahkan hasil (Deadlock) akhirnya warga mengancam akan kembali berdemo di depan pabrik dengan mengerahkan massa yang lebih banyak.

"Kita sudah menawarkan beberapa opsi hingga menyarankan agar Maximus di geser ke Pabrik Gunung Salak (GS), namun ternyata pihak perusahaan tetap bersikeras mempertahankannya dengan alasan yang tidak jelas," ungkap Ketua Karang Taruna Desa Pondokaso Tonggoh, Rahmat Sofyan kepada Cekupdate usai melakukan mediasi. Senin (25/02).

Selanjutnya kata Rahmat, bahkan dalam mediasi tersebut dirinya menyampaikan bahwa, tindakan yang dilakukan warga itu bukan karena tidak suka kepada Maximus, namun kata dia, itu disebabkan karena ulahnya yang selalu mendiskriminasikan warga setempat dan itu jelas berdasarkan fakta serta bukti yang kuat.

"Oleh karena itu kami menyarankan ke pihak management agar melakukan kuisioner atau jejak pendapat dengan karyawan, mereka suka atau tidak dengan Maximus. Dan saya yakin karyawan tidak suka di pimpin oleh dia (Maximus). Dengan demikian kami bersama warga akan kembali melakukan aksi lanjutan dengan estimasi massa yang lebih banyak," tegasnya.
Sementara Camat Cidahu, Ading Ismail menyampaikan bahwa, kalau tuntutannya sudah berhubungan dengan pemberhentikan atau penggeseran seseorang tentunya itu sudah menjadi kebijakan perusahaan. "Dan kami selaku muspika hanya bisa menyarankan, karena masyarakat maunya orang tersebut tetap di keluarkan," tuturnya.

Selanjutnya menurut Camat, dalam mediasi hari ini memang ada beberapa hal tuntutan yang sudah tercapai, mulai dari CSR, perekrutan tenaga kerja dan lain sebagainya. "Namun hanya satu yang belum bisa di sepakati yaitu pemberhentian Maxsimus selaku HRD PT CDB, dengan alasan secara managerial mereka mempunyai atasan dan harus melaporkan terlebih dahulu masalah tersebut ke pimpinannya," terang Camat.

Lebih lanjut Camat menambahkan, rencananya warga akan kembali berdemo di depan pabrik. "Oleh sebab itu kami sarankan menyampaikan aspirasi itu hal yang wajar, tetapi menurut saya menyelesaikan masalah itu tidak harus berdemo. Lebih baik kita bahas duduk bersama karena setelah demo pun ujung - ujungnya mediasi juga," kata Camat.

Namun sayangnya hingga diturunkan berita ini pihak perusahaan enggan memberikan tanggapan terkait aksi tersebut.

Reporter : Fa'is