HMI dan PB Himasi Kembali Demo Kejaksaan

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

HMI dan PB Himasi Kembali Demo Kejaksaan

REDAKSI
Senin, 04 Februari 2019



SUKABUMI - Cek Update
Penanganan kasus dugaan tidak pidana korupsi dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditangani pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diminta segera ada kejalasan. 

Paslanya, hingga saat perkara yang ditangani lembaga adiyksa itu dinilai belum ada perkembangan yang signifikan karena ketidak jelasan dalam menindak kasus yang dijanjikan hingga Bulan Januari ini bakal mengungkap tersangka baru.

"Hingga kini pihak kejaksaan belum bisa mengungkap tersangka baru tersebut dan juga 2 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pun belum ada kejelasan padahal ratusan saksi dari mulai TKSK, Bumdes dan Tim Koordinasi," ujar Koordinator Aksi dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Sukabumi, Rifal Rinaldi saat melakukan unjuk rasa dengan sejumlah mahasiswa lainnya di depan Gerbang Kantor Kejari Cibadak, di Jalan Raya Karangtengah Sukabumi, Senin (04/02/19).

Adapun poin-poin tuntan dari sejumlah mahasiswa itu yakni, usut tuntas kasus tidak pidana korupsi program BPNT, ungkapkan kepada publik tersangka baru sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh pihak kejaksaan, temukan aktor intelektual dalam kasus tindak pidana korupsi BPNT di Kabupaten Sukabumi.

"Poin terakhir, kami meminta kejaksaan secepatnya tindak 2 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Rifal yang didampingi Ketua PB Himasi, Ibnu Habiburahman.

Sementara itu, Kajari Cibadak Alex Sumarna mengatakan, beberapa poin tuntutan dari kawan-kawan mahasiswa ini sebenarnya masih dalam proses. Bahkan, dari mulai periksa semua yang tersangkut dalam kasus tersebut secara komprehensif sudah dipanggil, supaya nanti dalam proses selanjutnya, bisa lebih objektif dalam menangani perkara ini.

"Yang jelas proses kami terus berjalan.
Dan dalam menentukan tersangka, semuanya itu ada proses konsekuensi. Ya, yang namanya penanganan perkara itu kan harus jelas. Tapi mudah-mudahan, dengan penanganan perkara ini ada efek untuk penyaluran BPNT di masyarakat menjadi lebih baik dan buktinya sekarang beras di daerah itu agak lebih bagus ketimbang yang kemarin-kemarin terjadi," tegasnya.

Reporter : S Ramdani (Chandra)