Sidang Proyek Nasional Bendungan Leuwikeris Kembali Diwarnai Aksi Masa Terdampak Proyek

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Sidang Proyek Nasional Bendungan Leuwikeris Kembali Diwarnai Aksi Masa Terdampak Proyek

REDAKSI
Jumat, 08 Februari 2019



TASIKMALAYA - Cek Update
Pengadilan Negeri Tasikmalaya kembali menggelar sidang sengketa pada kasus lahan Proyek Strategis Nasional Bendungan Leuwikeris, Kamis (08/02/19).

Hasil pantauan dilokasi, agenda sidang kali ini mendengar kesaksian dari para tergugat diwarnai dengan aksi masa dari warga terdampak diluar pengadilan.

Dalam mendengarkan kesaksian dari para tergugat pun sempat terjadi cekcok mulut antara kuasa hukum penggugat dengan kuasa hukum tergugat tidak dapat terelakan lagi meski sempat beberapa kali dilerai oleh majelis hakim.

Kecekcokan tersebut dipicu lantaran keterangan dari saksi yang dihadirkan dari pihak tergugat justru malah menjurus menguntungkan pihak penggugat.

Sementara itu menurut Kuasa Hukum Penggugat Eris Riswandi SH mengatakan, Keterangan saksi dari Tergugat (Ecep) yang merupakan Perangkat Desa sekaligus merangkap Satgas dalam pembebasan Lahan Bendungan Leuwikeris memperkuat keyakinan Tim Kuasa Hukum Penggugat.

"Tadi kita bisa dengar kesaksian dari Saksi tergugat yang hadir bahwa sama sekali tidak ada sosialisasi terkait dengan penetapan harga dari tim Apprisal, " terangnya.

Lanjut Eris, hal tersebut menjadi kekuatan kliennya serta dari keterangan yang diberikan tadi sekaligus menguak fakta kuatnya dugaan terkait indikator Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan secara terorganisir oleh Para Tergugat. 

"Para Tergugat pun pada sidang tadi tidak dapat menunjukan alat bukti yang diyakini secara mutlak bahwa proses pembebasan lahan untuk Bendungan Leuwikeris sudah sesuai aturan seperti halnya yang didalilkan oleh Para Tergugat, " ungkapnya.

Kita pun masih menunggu sidang berikutnya dengan agenda masih mendengarkan saksi tergugat, " Sidang saksi tergugat yg kedua dilanjut tanggal 12 Februari 2019 mendatang, " pungkasnya.

Reporter : Olis