Obyek Wisata Eksotis Masih 'Perawan' di Desa Warnajati Cibadak

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Obyek Wisata Eksotis Masih 'Perawan' di Desa Warnajati Cibadak

REDAKSI
Sabtu, 09 Maret 2019



SUKABUMI - Cek Update
Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, ternyata memiliki banyak potensi obyek wisata yang indah. Namun, masih banyak tempat wisata dengan pemandangan alam dan cagar budaya yang keren belum dikenal banyak orang.

Tempat yang bisa dijadikan obyek wisata itu diantaranya, ada Goa, Curug (air terjun) Luhur dan Aliran Sungai Cicareuh, serta di Desa yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Cibadak itu ada juga cagar budaya alam yang konon katanya diyakini tempat peristirahatan Prabu Siliwangi (Raja Padjajaran) pada jaman dahulu, yaitu Taman Prabu Siliwangi, kemudian ada juga batu arca.

Potensi obyek wisata tersebut ada di Kampung Nyalindung. Namun, tempatnya dekat dengan perkebunan sawit milik PTPN VIII. Disana terdapat tujuh goa, salah satunya, ada goa Nangsi, Goa Kadal meteung, Goa Cikahuripan dan Goa Cukang Lemah.

Sementara itu, Goa yang bisa dijelajahi baru Goa Nangsi. Goa yang bisa dijangkau hanya 30 Meter saja. Namun, masyarakat disana meyakini, Goa tersebut memiliki banyak lorong yang tembusannya sampai ke Goa Banten, Batu karut, Goa Kuta Maneuh dan Goa di Palabuhanratu.

"Menurut cerita legenda yang turun temurun. Goa ini tembus kemana-mana. Namun, yang bisa dijelajahi hanya 30 meter kedalam saja," ungkap Mak Ebed (74) salah satu juru kunci di Goa tersebut.

Didalam Goa terdapat batu arca yang menyerupai orang yang sedang duduk. Serta, didalam goa tersebut dihiasi puluhan stalaktit dan stalakmit yang bening bersinar dan didalam goa ada juga aliran sungai yang jernih.

Menurut Mak Ebed, dilokasi tersebut kondisinya kini tak terawat, dinding masuk goa rimbun tertutupi oleh akar pohon dan rumput. Serta masih banyak potensi wisata lainnya yang mempunyai cerita legenda tersendiri.

"Sebetulnya, banyak obyek yang bisa digali untuk jadi tempat wisata. Namun, Emak hanya bisa merawat goa ini dan goa cikahuripan, karena airnya dipakai untuk lahan pertanian. Serta, airnya tak pernah surut meski kemarau panjang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi lokasi tersebut dengan jajaran aparat Pemerintahan Desa. Pasalnya, ia memiliki rencana, dilokasi itu akan dijadikan tempat wisata, untuk mendukung program Desa Wisata yang digagas oleh Bupati Sukabumi.

"Memang, rencananya lokasi itu akan dijadikan tempat wisata dalam waktu dekat," katanya.

Hilmi menambahkan, dilokasi tesebut nantinya akan dibuat spot-spot untuk swafoto, area camping ground, river tubing yang berkonsep wisata edukasi. Namun, pihaknya masih memikirkan untuk bisa sampai dilokasi tersebut apakah akan berkonsep happy family atau adventure.

"Karena medannya yang lumayan sulit. Nanti kita pikirkan dulu konsepnya seperti apa. Namun, secepatnya tempat itu akan dijadikan obyek wisata," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Johan (42) warga yang mengikuti penelusuran lokasi   eksotis di Desa Warnajati itu bersama jajaran aparat Pemdes menuturkan, dirinya merasa puas dan gembira ketika sampai dilokasi tujuan. Meski, jarak dari pusat kota Cibadak itu sekitar 7 KM dan jika ditempuh memakai sepeda motor sekitar 20 menit.

"Lelah diperjalan pun terbayarkan. Sesampainya dilokasi. Namun, sebetulnya diperjalanan pun kita disuguhkan dengan pemandangan indah, yaitu terlihatnya pusat kota Cibadak dari ketinggian," tukasnya.

Reporter : S Ramdani (Chandra)