Hari Bumi Sedunia,ICLaw Umumkan Para Pemenang Cerpen Green Pen Award 2019

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Hari Bumi Sedunia,ICLaw Umumkan Para Pemenang Cerpen Green Pen Award 2019

REDAKSI
Selasa, 23 April 2019



CIANJUR - Cek Update
Dalam rangka bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia Indonesian Consultan At Law ( ICLaw) yang bekerja sama dengan Rayakultura,menggelar Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) Genre Sasta Hijau yang bertemakan ' Merawat dan Melestarikan Bumi Kita Satu Satunnya'. 

Pemangku ICLaw sekaligus pemrakarsa acara kegiatan LCCCB Yenny Fatmawati Fahmi Idris mengatakan,tujuan di gelarnya kegiatan LCCCB - GSH yang di mulai pada tanggal 5 Januari hingga 30 Maret 2019 lalu.Yakni untuk menggerakan sekaligus menanamkan tentang pentingnya menjaga,merawat dan memelihara bumi sebagai tempat tinggal bersama.

"Jadi,kami umumkan lomba tersebut pada hari ini,karena bertepatan juga dalam memperingati Hari Bumi Sedunia,"tuturnya saat di konfirmasi sejumlah awak media usai acara kegiatan di Villa Fahmi Idris Desa Cimacan Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur.Senin (22/4/2019).

Yenny menjelaskan,dengan adanya kegiatan seperti ini kedepan,masyarakat pada umumnya bisa tergerak untuk mulai menulis, dan menjadi pencerahan bagi pelestarian lingkungan.

Sehingga lanjut Yenny hal inilah yang menjadi salah satu cara untuk memperingati Hari Bumi, yaitu dengan adanya gerakan menulis cerpen.

"Kami berharap, bahwa masyarakat kita ini terutama buat para pelajar khususnya sudah mesti mulai menulis. Belajar menulis prosa ataupun cerpen untuk melestarikan alam kita," paparnya.

Sementara Ketua Pelaksana yang juga Dewan Juri LCCCB, Naning Pranoto memaparkan, jika dilihat dari jumlah peserta dan naskah yang diterima panitia mencapai 1012 peserta, 

"Sehingga pencapaian (LCCCP-GSH) untuk tahun 2019 ini menurut saya boleh dikatakan melampaui target dan ekspektasi," bebernya.

Naning menambahkan,mencermati latar belakang pendidikan peserta, baik dari institusi sekolah ataupun universitas dan luas penyebaran peserta berdasarkan asal dan tempat tinggalnya, tampak sangat antusias peserta begitu besar dan merata.

"Kita optimis dan meyakini bahwa tujuan lomba ini untuk menanamkan, meningkatkan dan menyebarkan wacana tentang pentingnya menjaga merawat serta memelihara bumi," paparnya.

Secara keseluruhan dapat dikatakan hampir semua cerpen yang dikirim para peserta lomba ini sesuai dengan tema yang ditawarkan panitia.

Bahkan lanjut Naning,tidak sedikit yang mengaitkannya dengan tradisi leluhur, mewarnainya dengan kisah mitos legenda dan cerita rakyat serta mencoba memasukkan nilai-nilai kearifan lokal berikut makna dibalik pepatah peribahasa dan tabu atau larangan yang masih tetap hidup di tengah masyarakat.

"Artinya para peserta sangat memahami bahwa cerpen bukanlah artikel wisata bukan khotbah atau propaganda tentang lingkungan hidup bukan pula petunjuk tentang cara membuang dan memperlakukan sampah sebagaimana mestinya," terangnya.


Dengan menetapkan kriteria penilaian seperti itu Nining menambahkan,dewan juri dapat menentukan pilihannya secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis kendati demikian untuk menghindari adanya penilaian subjektif panitia sengaja menghilangkan atau menghapus nama-nama peserta dalam setiap naskah cerpen.

Adapum kriteria dewan juri untuk menentukan cerpen cerpen terbaik untuk menjadi pemenang lomba adalah berdasarkan keaslian (orisinalitas),kepanduan (kohorensi),kedalaman (kompleksitas),kemengaliran dan kesesuaian tematik.

Dewan juri menentukan pemenang cerpen LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019 untuk kategori A di menangkan oleh Elviana Anggratama dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Dhammasavana Jakarta Barat dengan judul cerpen ' Aku dan Bumiku ' .

Untuk pemenang kedua diraih oleh Febi Imanuela dari SMA Don Bosco 2 dengan judul cerpen ' Selamat Ulang Tahun'. dan pemenang ketiga di raih oleh Ega Putra Siregar dengan judul cerpen ' Botol Kuning '.

Sementara untuk kategori B pemenang utamanya dengan judul ' Daun Tebu Keemasan ' karya Pipiek Istianti dari Kudus,Jawa Tengah.Kemudian di susul pemenang kedua oleh Abd.Warits dari Sumenep dengan judul ' Belajar Mencintai Bumi Kepada Nenek ' dan pemenang ketiga Nabila Sasha dari Pekanbaru,Riau.Dengan judul ' Lanai '.

Para pemenang selain mendapatkan hadiah uang tunai,para pemenang juga mendapatkan ICLaw Green Pen Award dan nantinya karya karya para pemenang akan di bukukan 

"Kami mengharapkan bagi para peserta lomba dapat memahami dan menerima keputusan dewan juri karena keputusan ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat dengan tetap mempunyai landasan academy sebagai bentuk pertanggungjawaban secara moral sosial dan spiritual," pungkasnya.

Reporter : Dedy