Oknum Caleg Gerindra Kabupaten Sukabumi Ditangkap Polisi, Diduga Menipu

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Oknum Caleg Gerindra Kabupaten Sukabumi Ditangkap Polisi, Diduga Menipu

REDAKSI
Sabtu, 13 April 2019




SUKABUMI - Cek Update
Oknum salah satu Calon Legislatif (Caleg) Kabupaten Sukabumi dari Partai Gerindra berinisial TS ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi.

Oknum Caleg Gerindra dari wilayah dua Kabupaten Sukabumi ini ditangkap karena diduga ikut terlibat dalam penipuan terhadap salah satu pengusaha berinisial JM sebesar Rp 635 juta, uang tersebut untuk pembangunan pasar semi Modern Parungkuda.

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi menambahkan penyidik sudah  memiliki sejumlah barang bukti. 

"Di antaranya surat perjanjian jual beli ruko, satu bundel rekapitulasi proyek, nota pesanan barang senilai Rp 636 juta, dua lembar cek masing-masing bernilai Rp 300 juta dan Rp 350 juta dan dua lembar surat keterangan penolakan cek, ungkapnya.

Penangkapan oknum caleg TS tersebut saat tengah berada di kawasan Kota Sukabumi, Jumat (12/4/2019) sore. "TS kami tangkap saat berada di kota Sukabumi, " tambah Kasatreskrim Polres Sukabumi.

Sementara itu menurut Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi membenarkan terlah dilakukan penangkapan terhadap TS Oknum Caleg dari Partai Gerindra yang kini sudah berada di Polres Sukabumi.

"Pada saat itu korban JM  menjadi sub kontraktor proyek di Pasar Semi Modern Parungkuda. Akan tetapi, TS tidak membayar kepada korban meski pengerjaan proyek sudah rampung, " terang AKBP Nasriadi kepada media, Sabtu (13/04/19).

Pada 18 Juni 2017 upaya perjanjian damai antar korban dengan tersangka sudah dilakukan. TS akan membayarnya dengan 1 unit Ruko No 8 di area pasar Semi Modern Parungkuda. "Namun kenyataannya pada Januari 2018 ruko yang dijanjikan dijual kembali oleh tersangka kepada orang lain, " tuturnya. 

Diduga untuk mengelabui korban, tersangka mengeluarkan 2 lembar cek. Ternyata kosong karena tidak ada dananya, " Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya TS dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara, " pungkasnya.

Sumber : Tim Cek Update