PCNU Cianjur Gelar Halaqah Kebangsaan Guna Mengokohkan Kembali Ukhuwah Islamiyah

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

PCNU Cianjur Gelar Halaqah Kebangsaan Guna Mengokohkan Kembali Ukhuwah Islamiyah

REDAKSI
Kamis, 04 April 2019



CIANJUR-Cek Update
Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur bersama Assyifa Institute menggelar acara Halaqoh Kebangsaan.

Acara yang di laksanakan di balroom Hotel Palace tersebut,turut di hadiri langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Cianjur Choirul Anam, Direktur Assyifa Institute Budhi Setiawan, Sekretaris Jenderal Alumni Syuriah, M Najih ArromadLoni serta sejumlah mahasiswa Kabupaten Cianjur.

Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Choirul Anam mengatakan, lahirnya pemimpin-pemimpin Nasional itu memiliki dua amanat. Yakni amanat keumatan dan amanat kebangsaan.  

Dalam acara halaqoh kebangsaan ini, bagaimana supaya tetap mengokohkan ukhuwah islamiyah dan fathaniyah ini. Karena menurutnya saat menjelang Pemilihan presiden (Pilpres) serta Pemilihan Legislatif (Pileg) saat ini umat Islam itu seperti terpecah belah menjadi dua kubu. 

"Jadi jangan sampai ukhuwah kita ini terpecah belah hingga seterusnya. Kalaupun misalnya ada, diharapkan hanya sebatas sampai selesai pemilu. Setelah itu, iya biasa lagi. Kita semua kembali mengokohkan ukhuwah islamiah umat ," tuturnya kemarin Rabu (3/4/2019).

Dia menjelaskan kerena dalam sistem ketatanegaraan tidak mengenal kelompok oposisi atau penguasa. Karena menurutnya sudah jelas terkandung dalam Pancasila, yakni Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Jadi ketika adanya perbedaan pendapat itu merupakan keniscayaan karena calon pemimpin kedepan itu hanya ada dua. Jadi mau tidak mau, kita ini mesti memilih. Hanya bagi kita sebagai pemilih, gunakan saja hak pilihnya  Jangan sampai mengikuti perdebatan-perdebatan yang panas ini, sehingga menimbulkan hoax atau isu negatif," terangnya

Sementara Direktur Assyifa Institute Budhi Setiawan mengatakan, dalam rangka mensyiarkan prinsip-prinsip Islam moderat atau Islam wasatiah, Asyifa Institute bekerjasama sepenuhnya mendorong kegiatan PCNU ini guna memberikan pemahaman terkait Pemilu 2019 ini.

"Jadi isu-isu keagamaan dalam dua pemilu itu sangat mencuat. Padahal kalau kita lihat dalam Pemilu sebelum 2014, tidak ada persoalan dalam hal itu. Baik isu keagamaan maupun isu yang lain seperti sekarang, hingga menimbulkan hoax," ujarnya

Menurutnya dalam kajian Islam moderat ini, Asyifa Institute sering sekali mendorong sejumlah kegiatan yang terkait dalam pendidikan Islam serta acara-acara Nahdatul Ulama (NU) yang berhubungan dengan Islam moderat.

"Jadi pada intinya Islam moderat yang kita kembangkan dalam kajian di Asyifa Institute ini lebih kepada nilai-nilai atau kultur yang ada di Indonesia. Sehingga nilai Islam moderat ini bisa lebih muncul ke permukaan, bukan hanya isu di udara saja," paparnya

Dia berharap,dengan adanya kerja sama di sejumlah PCNU yang ada di jawa barat ini, bisa memberikan pemahaman yang luas kepada umat muslim. Dengan bagaimana sebenarnya politik Pilpres dan Pileg ini bisa membawa keutuhan kebangsaan dan keutuhan keumatan bangsa.

Sekjen Ikatan Alumni Syuriah, M Najih ArromadLoni sangat mengapresiasi acara Halaqoh Kebangsaan ini. Menurutnya, acara-acara semacam ini penting untuk digelar sebagai pengingat kepada masyarakat agar senantiasa mementingkan nilai-nilai universal kebangsaan di tengah pragmatisme politik terutama menjelang Pilpres.

"Acara ini melibatkan banyak kalangan, terutama kalangan milenial yang merupakan porsi yang cukup besar dari masyarakat kita. Melalui cara-cara inilah bisa terjadi proses mediasi, atau proses pendewasaan kepada masyarakat terutama dalam menyikapi pilihan politik menjelang Pilpres," pungkasnya.


Reporter : Dedy